Polisi Cari Sopir Mobil Boks Pembawa Pisang yang Dituduh Bawa Sabu
Polisi mencari sang sopir karena dinilai tak taat aturan berlalulintas.
Polisi masih mencari sopir mobil boks pembawa pisang yang diadang dan dituduh polantas Palembang membawa sabu. Polisi mencari sang sopir karena dinilai tak taat aturan berlalulintas.
Kasatlantas Polrestabes Palembang AKBP Yenny Diarty telah berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk mencari keberadaan pengendara. Sebab pelat kendaraan yang terpasang di mobil itu berasal dari Lampung, yakni BE 8091 NAA.
"Kita sudah koordinasi dengan Polda Lampung untuk mencari keberadaan sopir dan kendaraannya," ungkap Kasatlantas Polrestabes Palembang AKBP Yenny Diarty, Jumat (7/2).
Saat kejadian, kata Yenny, petugas tidak berinisiatif mengejar sopir yang masuk ke dalam tol. Alasannya karena mengendarai sepeda motor dan situasi lalulintas sedang padat. Alhasil sopir bisa melarikan diri setelah palang pintu tol dibuka petugas.
"Anggota tidak mengejar karena situasinya tidak memungkinkan," kata Yenny.
Yenny menyebut sopir mobil boks tersebut dianggap tidak kooperatif saat dihentikan petugas. Anggotanya menaruh curiga karena kesalahannya pelat tidak sesuai TNKB dan tidak memakai safety belt.
"Pelanggaran awal bukan di depan pintu tol, tapi di sekitar pos Nilakandi. Sopir kabur saat dihentikan petugas," kata Yenny.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video seorang polisi menghentikan mobil pengangkut pisang viral di media sosial. Petugas menuding sopir membawa sabu.Peristiwa itu terjadi di depan pintu gerbang Tol Keramasan Palembang. Video itu menjadi viral setelah diunggah di Youtube dan Instagram sejumlah akun publik.
Dalam video berdurasi tiga menit terekam polisi menggunakan sepeda motor mengejar pengendara dan meminta sopir menghentikan laju mobilnya. Lalu tepat di depan pintu tol, polisi menghadang dan berhasil menghentikannya.
Petugas tersebut lantas merampas kunci mobil. Hal itu membuat sopir tak terima dan menyebutnya arogan.
"Saya salah apa, jangan begitu. Bapak jangan merampas kontak. Salah saya apa, jangan kek gitu caranya komandan," ungkap pengemudi seperti dalam video yang dilihat merdeka.com, Kamis (6/2).
Saat bersamaan, terdengar tangisan dari anak sopir yang duduk di sampingnya. Lantas polisi itu menuding sopir berkendara mengganggu kelancaran lalu lintas.
"Enggak gitu caranya ndan, Jangan arogan ndan, saya bawa pisang, surar-surat saya lengkap. Saya menabrak tidak, ini saya udah mau masuk tol dan," kata sopir.Jawaban sopir membuat polisi emosi. Polisi itu pun menuding sopir membawa sabu.
"Kamu lari, surat-surat kamu mana karena kamu lari. Bawa sabu kamu ya bawa barang terlarang, turun kamu," kata si polisi.
Sopir kesal dituduh membawa sabu. Dia tak terima bahwa ia bekerja untuk mencari nafkah justru dituduh polisi membawa barang terlarang. Dia pun turun dari kendaraannya mengikuti tantangan polisi untuk menunjukkan barang bawaannya di box bagian belakang mobil.
"Ini sudah pencemaran, saya sudah dituduh. Kalau saya gak bawa apa-apa. Bapak berarti salah, bapak nuduh saya membawa sabu. Saya bukan melawan bapak, saya punya hak. Saya punya hak, bapak menuduh saya membawa sabu," jawab sopir.
Usai korban membuka boks mobil, terpampang puluhan pisang yang dibawanya. Sopir lantas mempertanyakan tuduhan yang diberikan polisi tersebut. Dirinya masih tidak terima saat dikatakan membawa sabu di jalan.
"Sabu bukan ini, bapak menuduh saya membawa sabu. Periksa, periksalah pak. Saya punya hak, bukan masalah surat. Bapak menuduh saya membawa sabu," ungkap korban dengan nada tinggi.
Mendengar orang tuanya diintimidasi oleh polisi, sang anaknya yang ikut orang tuanya di dalam mobil menangis kencang. Dia ketakutan karena polisi terus mengintimidasi orang tuanya.
"Kasian anak saya, surat saya lengkap. Tapi bapak menuduh saya. Bapak menahan saya secara paksa, mengambil kontak secara paksa," kata dia.