LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polda Metro Jaya Imbau Aksi Tandingan Reuni 212 Ditunda

Atas aksi itu, pihak intelijen menyarankan agar aksi tersebut ditunda. Namun masukan tersebut hanya sebatas saran.

2018-11-30 16:38:54
Reuni Aksi 212
Advertisement

Pihak Polda Metro Jaya mengaku telah menerima surat akan aksi tandingan Reuni Akbar 212, bernama Kontemplasi 212. Acara yang dikomandani Kapitra Ampera itu akan digelar bersamaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

"Memang ada surat masuk, ada pemberitahuan. Acara yang diinisiasi oleh Pak Kapitra yang berkaitan dengan hal yang sama dan di tempat yang sama," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat (30/11).

Atas aksi itu, pihak intelijen menyarankan agar aksi tersebut ditunda. Namun masukan tersebut hanya sebatas saran.

Advertisement

"Kita menyarankan untuk ditunda. Setelah intelijen ada pemberitahuan, yang akan melihat seperti apa. Dari intelijen menyarankan kepada panitia untuk ditunda pelaksanaannya," jelasnya.

Sebelumnya, salah satu mantan pemimpin aksi 212, Kapitra Ampera, juga akan menggelar aksi pada Minggu 2 Desember mendatang. Aksi yang dia beri nama Kontemplasi 212 itu disebut akan menandingi reuni Alumni 212.

Hal itu disampaikan calon legislatif dari PDIP tersebut mewakili Forum Silaturahmi saat mengirim surat pemberitahuan ke Polda Metro Jaya.

Advertisement

"Kami ingin mengatakan bahwa kami keberatan aksi itu diselenggarakan. Kami sudah mengajukan surat kepada Kepolisian RI melalui Direktorat Intelkam Polda Metro juga mengadakan aksi yang sama, aksi Kontemplasi 212," kata Kapitra di Polda Metro Jaya, Rabu (28/11).

Mantan kuasa hukum Habib Rizieq Syihab ini menegaskan, seharusnya aksi 212 menjadi wadah milik komunitas Islam. Bukan tempat sekelompok orang yang mendukung pasangan calon presiden tertentu.

"Kami yang terdiri dari para habaib, ulama, ustaz dan aktivis 212, bahwa 212 adalah milik komunitas Islam, bukan milik sekelompok orang sehingga tidak ada yang berhak mengklaim 212 adalah milik satu atau beberapa orang, tapi milik semua," tegasnya.

Baca juga:
Sebut Peserta Reuni 212 Sedikit, IPW Minta Pengamanan Polisi Tak Terlalu Heboh
Amankan Aksi Reuni Akbar 212, TNI Kerahkan 2.000 Personel
Amankan Reuni 212 & Aksi Tandingan di Monas, Polri Terapkan Strategi Khusus
Fahri Hamzah Dorong Jokowi Hadir, Buat Tepis Anggapan Reuni 212 untuk Prabowo
Pesan PBNU ke Massa Reuni 212: Tolong Jaga Ucapan dan Ketertiban
Datangi Balai Kota, Massa Minta Anies Cabut Izin Reuni Alumni 212 Di Monas

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.