Polda Jatim Tangkap 2.307 Preman di Operasi Pekat II Semeru
Langkah ini bertujuan untuk menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, serta memastikan iklim investasi di Jawa Timur tetap terjaga.
Sebanyak 2.307 preman yang tergabung dalam gangster, pemalak, maupun pemerasan diringkus polisi saat gelar Operasi Pekat II Semeru 2025. Dari dua ribu ebih preman yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini, Polda Jawa Timur mengungkap setidaknya 1.863 kasus.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, menyampaikan bahwa tujuan dari operasi ini adalah menindak dan menanggulangi gangguan keamanan yang berasal dari aksi premanisme.
"Penyelenggaraan operasi ini dalam rangka menindak dan menanggulangi gangguan keamanan berupa kejahatan terkait aksi premanisme yang meresahkan masyarakat," ujarnya Jumat (16/5).
Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, serta memastikan iklim investasi di Jawa Timur tetap terjaga tanpa gangguan.
1.706 Preman Dibina
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol Farman, menambahkan bahwa dari 2.307 orang yang diamankan, mereka diduga terlibat dalam berbagai tindak kriminalitas.
"Hal spesifik yang diungkap dalam Operasi Pekat II Semeru, penganiayaan, gengster, pemerasan atau pemalakan, hingga pengeroyokan serta tindak pidana ringan," jelasnya.
Lebih lanjut, dari seluruh tersangka yang ditahan, sebanyak 259 orang merupakan target operasi, sementara 342 lainnya tidak termasuk dalam target. Sisanya, sebanyak 1.706 individu diamankan dalam kategori pembinaan dan tindak pidana ringan (tipiring).
Dalam kasus ini, para pelaku dijerat dengan Pasal 368 KUHP, Pasal 335 KUHP, Pasal 170 KUHP, serta Pasal 251 KUHP.
"Seperti diketahui, dalam operasi ini, sebanyak 275 personel dari Satgas Polda Jatim dan 2.566 personel dari Satgas Satwil Jajaran dikerahkan untuk melakukan Operasi Pekat II Semeru 2025," tegasnya.
Disinggung apakah para preman yang telah ditahan ini merupakan bagian dari organisasi massa (Ormas) tertentu? Farman memastikan, bahwa hingga saat ini pihaknya belum menemukan catatan jika para tersangka telah berafiliasi dengan Ormas tertentu.
"Belum ada ya. Tidak ada yang terafilasi dengan Ormas tertentu," tutupnya.