Polda Jatim Bagikan Ribuan Masker kepada Warga Terdampak Abu Vulkanik Semeru di Lumajang
Polda Jatim bagikan masker gratis kepada warga dan pengendara di Lumajang yang terdampak abu vulkanik Semeru, memastikan keselamatan pernapasan di tengah kondisi rawan.
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) mengambil langkah cepat untuk melindungi masyarakat dari dampak abu vulkanik Gunung Semeru. Pada hari Minggu, tim SAR Polda Jatim secara langsung mendistribusikan ribuan masker kepada warga dan pengendara yang melintas di Jembatan Curah Kobokan.
Lokasi pembagian masker ini merupakan kawasan strategis di Piket Nol, yang menjadi jalur penghubung vital antara Kabupaten Lumajang dan Malang. Inisiatif ini dilakukan mengingat tebalnya abu vulkanik yang menyelimuti area tersebut, mengganggu jarak pandang dan berpotensi membahayakan kesehatan.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman. Pembagian masker menjadi prioritas utama demi menjaga kesehatan pernapasan dan mata warga yang terdampak abu vulkanik Semeru.
Upaya Perlindungan Kesehatan di Zona Terdampak
Pembagian masker oleh Tim SAR Polda Jatim difokuskan pada titik-titik rawan, terutama di sepanjang Jembatan Curah Kobokan. Jalur ini merupakan akses utama yang menghubungkan Lumajang dan Malang melalui jalur selatan, sehingga banyak pengendara dan warga yang terpapar langsung abu vulkanik.
Kombes Pol. Jules Abraham Abast menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat tetap bisa beraktivitas. "Personel SAR Polda Jatim kami kerahkan untuk membantu masyarakat, salah satunya dengan membagikan masker agar para pengendara tetap bisa bernapas dengan nyaman meski melintas di area terdampak abu vulkanik," ujarnya.
Abu vulkanik Gunung Semeru diketahui dapat menyebabkan iritasi mata dan mengganggu saluran pernapasan. Oleh karena itu, penggunaan masker menjadi perlindungan esensial bagi siapa saja yang berada di wilayah terdampak erupsi Semeru.
Koordinasi dan Bantuan Logistik bagi Pengungsi
Selain fokus pada pembagian masker, Polda Jatim juga terus memonitor perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Semeru secara intensif. Koordinasi erat dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang serta instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan yang komprehensif.
Sebagai bentuk dukungan logistik, Polda Jatim telah mendirikan dapur lapangan yang beroperasi di Kecamatan Pronojiwo. Dapur ini dioperasikan oleh personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) bersama Polres Lumajang untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi.
Setiap harinya, ratusan porsi makanan siap saji disalurkan kepada warga yang terdampak erupsi Semeru. Makanan ini didistribusikan ke sejumlah posko pengungsian, memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi di tengah situasi sulit.
Imbauan Waspada dan Kondisi Lalu Lintas Terkendali
Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah ditetapkan. Penting bagi warga, khususnya yang berada di sekitar wilayah terdampak erupsi Semeru, untuk selalu menggunakan perlindungan diri saat beraktivitas di luar rumah.
Hingga saat ini, situasi lalu lintas di sekitar lokasi terdampak abu vulkanik masih dapat dikendalikan dengan baik. Petugas kepolisian tetap bersiaga penuh di lapangan untuk mengantisipasi potensi peningkatan abu vulkanik maupun perubahan kondisi cuaca yang mungkin terjadi akibat erupsi Semeru.
Kesiapsiagaan ini menunjukkan komitmen Polda Jatim dalam melindungi dan melayani masyarakat. Upaya kolaboratif dengan berbagai pihak terus dilakukan demi menjaga keamanan dan kesehatan warga di tengah ancaman bencana alam.
Sumber: AntaraNews