Polda Jateng Sebut Ada 5 Daerah Rawan Bencana saat Libur Natal dan Tahun Baru
Langkah mitigasi dan kesiapsiagaan telah disiapkan untuk memastikan keamanan masyarakat selama masa libur akhir tahun.
Polda Jawa Tengah mengungkap terdapat lima klaster bencana yang perlu diwaspadai menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Langkah mitigasi dan kesiapsiagaan telah disiapkan untuk memastikan keamanan masyarakat selama masa libur akhir tahun.
Lima klaster bencana tersebut meliputi Klaster Gunung Slamet dengan potensi banjir dan tanah longsor, Klaster Gunung Merapi dengan kerawanan vulkanik, Klaster Pegunungan Dieng yang rawan tanah longsor, Klaster Pantai Selatan dengan potensi gempa megathrust dan angin kencang, serta Klaster Pantai Utara dengan potensi banjir rob.
Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Basya Radyananda, mengatakan sebanyak 27.971 personel telah disiapkan untuk melakukan pengamanan selama periode Nataru.
"Puluhan ribu personel ini kami siagakan untuk memastikan pengamanan ibadah Natal, perayaan Tahun Baru, serta kelancaran arus mudik dan balik masyarakat yang melintas di wilayah Jawa Tengah selama masa libur Nataru," kata Basya, Jumat (19/12).
Disebar 259 Pos Pengamanan dan Pelayanan
Kekuatan personel tersebut akan disebar di 259 pos pengamanan dan pelayanan, yang terdiri dari 185 Pos Pengamanan, 48 Pos Pelayanan, dan 26 Pos Terpadu.
"Pos-pos tersebut didirikan di setiap kabupaten dan kota sebagai pusat pengamanan, pelayanan masyarakat, serta koordinasi lintas instansi selama Operasi Lilin Candi 2025," ujarnya.
Dia menyebut bentuk kesiapsiagaan Polda Jawa Tengah dalam menghadapi potensi bencana alam dengan membentuk Pasukan Siaga Bhayangkara. Pasukan tersebut tersebar di 35 Polres jajaran dan empat satuan kerja Mapolda Jawa Tengah.
"Ini sebagai pasukan tanggap darurat penanganan bencana," ujarnya.
Fokus Utama Pengamanan
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakan bahwa fokus utama pengamanan adalah ibadah Natal di gereja serta pelayanan masyarakat di pusat-pusat wisata, tanpa mengesampingkan kelancaran arus lalu lintas.
"Fokus pelayanan kami adalah memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Natal dengan suasana damai dan aman, serta masyarakat yang berwisata dapat menikmati libur Tahun Baru dengan rasa nyaman," ujarnya.
Sedangkan untuk memastikan kesiapan pengamanan untuk menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik yang melintas di wilayah Jawa Tengah selama libur akhir tahun.
Sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik, Polda Jawa Tengah menyiapkan dua jalur komunikasi utama, yakni layanan Call Center 110 dan chatbot WhatsApp kepolisian, guna memudahkan masyarakat menyampaikan laporan maupun permintaan bantuan.
"Polda Jawa Tengah ingin memastikan provinsi Jawa Tengah menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga masyarakat selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” pungkasnya.