PJJ Cuaca Ekstrem Jakarta: SDN Srengseng Sawah 01 Terapkan Belajar Daring Demi Keselamatan
SDN Srengseng Sawah 01 Jakarta Selatan memberlakukan PJJ Cuaca Ekstrem untuk seluruh siswa, memastikan keamanan dan kelancaran proses belajar mengajar di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
SDN Srengseng Sawah 01 di Jakarta Selatan telah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai respons terhadap kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Kebijakan ini diberlakukan untuk menjamin keamanan serta keselamatan seluruh pihak terkait, baik siswa maupun tenaga pendidik. Langkah proaktif ini diambil pada Jumat, 23 Januari, mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
Kepala SDN Srengseng Sawah 01, Zainuddin, menjelaskan bahwa pelaksanaan PJJ secara daring telah berjalan lancar sejak pagi. Dari total 31 tenaga pendidik, empat di antaranya bekerja dari rumah karena kendala jarak dan faktor cuaca. Sementara itu, sebagian besar guru lainnya tetap hadir di sekolah untuk memfasilitasi proses pembelajaran.
Keputusan untuk melaksanakan PJJ ini didasarkan pada Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan DKI Nomor 9/SE/2026. Selain itu, kebijakan ini juga mengacu pada SE Sekretaris Daerah Provinsi DKI Nomor 2/SE/2026, yang mengatur pelaksanaan tugas kedinasan pegawai ASN secara fleksibel saat cuaca ekstrem. Prediksi cuaca menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini.
Pelaksanaan PJJ dan Tingkat Partisipasi Siswa
SDN Srengseng Sawah 01 melibatkan 20 rombongan belajar dengan total 636 siswa dalam program PJJ ini. Seluruh siswa mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing. Proses belajar mengajar tetap berlangsung sesuai jadwal mata pelajaran yang telah ditetapkan.
Zainuddin melaporkan bahwa tingkat partisipasi siswa mencapai hampir 100 persen, menunjukkan antusiasme tinggi. Hanya sekitar 14 siswa yang menghadapi kendala akses pembelajaran, terutama karena keterbatasan perangkat komunikasi atau telepon seluler. Pihak sekolah terus berupaya mencari solusi untuk masalah ini.
Meskipun dilaksanakan secara jarak jauh, Zainuddin optimistis PJJ tidak akan mengurangi kualitas kegiatan belajar mengajar (KBM). Ia berharap hasil pembelajaran tetap optimal, setara dengan metode tatap muka. Komitmen ini penting untuk menjaga standar pendidikan di tengah tantangan cuaca.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Imbauan Keamanan
Camat Jagakarsa, Satia, menegaskan komitmen jajarannya dalam memantau pelaksanaan PJJ dan kondisi di lapangan. Pada hari Jumat ini, seluruh jajaran Kecamatan Jagakarsa turun langsung ke lokasi banjir dan sekolah-sekolah yang menerapkan PJJ. Tujuannya adalah memastikan semua proses berjalan dengan baik dan lancar.
Satia menyampaikan bahwa hasil peninjauan ke sejumlah sekolah menunjukkan proses PJJ berjalan efektif. Ia juga mengimbau para peserta didik untuk tetap belajar dengan sungguh-sungguh meskipun dari rumah. Penting bagi siswa untuk tidak keluar rumah saat cuaca sedang tidak kondusif demi keselamatan mereka.
Langkah-langkah ini menunjukkan sinergi antara pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Prioritas utama adalah keselamatan siswa dan keberlangsungan pendidikan. Koordinasi yang baik diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif dari kondisi cuaca yang tidak menentu.
Sumber: AntaraNews