LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pimpinan sopir bus Lion Air akui anak buah keliru antar penumpang

Pimpinan dan seorang sopir dirumahkan karena kejadian itu.

2016-05-20 17:15:30
Lion Air
Advertisement

Surat penyataan pimpinan sopir bus angkutan penumpang Lion Air yang mengakui kesalahan menyebar, Jumat (20/5). Sebab, akibat kebingungan anak buahnya mengenai informasi kedatangan pesawat, berujung kekeliruan pengantaran penumpang dari mancanegara.

Pimpinan sopir menangani pesawat Lion Air JT 161 Singapura-Jakarta, Abdullah, saat dihubungi membeberkan runutan kejadian. Namun, dia mengaku masih diperiksa petugas Polres Bandara Soekarno-Hatta.

Abdullah mengatakan, kekeliruan menyebabkan puluhan penumpang penerbangan internasional diturunkan di terminal kedatangan dalam negeri, berawal dari informasi kedatangan pesawat.

Dari kejadian itu, 16 penumpang terdiri dari 12 warga Indonesia dan empat warga asing, keluar bandara tanpa melewati pemeriksaan Imigrasi dan Bea Cukai.

"Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Abdullah, nomor ID 83102009, jabatan Group Leader GSE Lion, menerangkan bahwa telah terjadi kesalahan penurunan penumpang SIN JT 161 di T1B," demikian tulis Abdullah dalam suratnya.

Abdullah mengatakan, pada saat hari kejadian, tepatnya pukul 19.00 WIB, dia mengaku sudah menginformasikan kepada sopir bus penumpang dari Sari Indah, perusahaan rekanan Lion Air untuk bus pengangkut penumpang, soal kode lokasi pengangkutan penumpang pesawat dari Singapura di R54. Dia menyampaikan kedatangan penumpang pesawat Lion Air dari Padang dengan kode R56 kepada sopir bernama Bahar.

Selang beberapa menit setelahnya, Abdullah memberitahu kembali kepada sopir bernama Sudirman, karena penumpang pesawat dari Singapura ternyata turun di R51. Abdullah menitipkan pesan itu kepada Sudirman supaya diteruskan kepada sopir lainnya.

"Pada pukul 20.00 WIB, saya dapat info sopir Sari Indah, Bapak Leo, lewat telepon, bahwa penumpang sudah diturunkan di T1B, baru tanya 'ini penumpang Singapura atau Padang.' Yang standby di R51 atas nama Takim, staf Dedi. Setelah mendapat info, saya berusaha berkoordinasi ke pihak bravo untuk mengarahkan penumpang Singapura kembali ke neoplan untuk dibawa kembali ke T2 internasional," lanjut Abdullah.

Usai kejadian itu, Abdullah selaku pimpinan dan Bahar sebagai sopir bus yang salah menurunkan penumpang, dirumahkan oleh PT Lion Grup.

Baca juga:
Kemenhub mengaku tahu dari media sosial insiden Lion Air JT161
Warga Hongaria yang lolos imigrasi naik Lion Air masih hilang
Kasus AirAsia & Lion Air bukti keamanan bandara RI mengkhawatirkan
Kemenhub resmi bekukan ground handling Lion Air & AirAsia
Kemenhub dikritik tak tegas beri sanksi Lion Air
Lion Air tolak sanksi pembekuan groundhandling

Advertisement
(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.