Petani kakao di Sigi kembali menanam padi
Banyak tanaman kakao di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo tidak berbuah.
Produktivitas kakao di desa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah merosot. Alhasil, para petani beralih kembali menanam padi.
Huber Supari, salah seorang anggota kelompok tani di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, mengatakan banyak petani sekarang mulai mengolah sawah karena tanaman kakao yang selama ini menjadi tumpuan utama keuangan rumah tangga produksinya merosot tajam. Banyak tanaman kakao di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo tidak berbuah.
"Kalaupun ada dalam sepohon paling banyak lima buah," kata Huber.
Akibatnya, sebagian petani yang punya areal sawah tetapi tidak diolah, kini mulai menggarap kembali lahan tersebut. Sebagian lagi, petani mencari pekerjaan sebagai buruh di Kota Palu.
"Ada beberapa petani asal Lemban Tongoa, kini bekerja sebagai buruh bangunan di Palu," ujarnya.
Petani lainnya, Ede juga mengaku hal serupa. Saat ini tidak ada lagi sawah irigasi yang dibiarkan terlantar. Semua sudah ditanami padi.
"Tanaman kakao sudah mulai kurang berbuah," akunya.
Baca juga:
Mentan harap daya saing produk pertanian ditingkatkan
Kementan anggarkan Rp 50 miliar perbaiki perkebunan teh
Kementan tingkatkan produksi dan mutu teh nasional
Ini faktor penting bisa berkembangnya industri hilir
Peningkatan daya saing ekspor dengan hilirisasi sektor pertanian