Kementan tingkatkan produksi dan mutu teh nasional
Merdeka.com - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya meningkatkan produksi dan mutu komoditas teh. Kegiatan perbaikan tanaman teh adalah salah satu bagian dari upaya peningkatan daya saing teh melalui perbaikan tanaman.
"Masih perlu dukungan dari para lembaga terkait, berupa permodalan, tekhnologi, peningkatan mutu, pasar dan pengembangan kemandirian petani," kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Gamal Nasir, pada acara kegiatan peningkatan produktivitas dan mutu teh rakyat, Kamis (24/4).
Gamal menjelaskan teh merupakan salah satu komoditas utama Indonesia. Pada tahun 2014, perkebunan teh mencapai 122.206 hektar, menghasilkan 145.575 ton teh.
Pusat pengembangan teh di Indonesia berlokasi di Jawa Barat ini, dengan luas wilayah 95.496 hektar (77,62 persen) dari luas wilayah teh nasional.
Dari total luas wilayah tersebut, berupa perkebunan rakyat seluas 56.258 hektar (46,3 persen), Perkebunan Negara seluas 38.103 hektar (31,18 persen) sementara perkebunan swasta seluas 27.845 hektar (22,79 persen).
Sedangkan total ekspor teh Indonesia pada tahun 2013, mencapai 70,8 ribu ton, dengan harga 157. 5 juta US $. Sementara untuk Impor sebesar 20,5 ribu ton, dengan harga impor 29,3 juta ton US $.
"Pemerintah mengalokasikan dana Rp 50 miliar, untuk pengembangan, peningkatan produksi dan mutu teh nasional," ujarnya.
Menurut Gamal, hal Itu dilakukan pemerintah karena dari hasil evaluasi dalam 6 tahun terakhir, volume ekspor teh di Indonesia menunjukan kecendurangan penurunan. Sedangkan impor mengalami peningkatan.
"Itu disebabkan karena sebagian besar wilayah perkebunan teh milik rakyat yang pengelolahnya belum memenuhi standar teknis. Selain itu sebagian besar perkebunan teh di Indonesia merupakan tanaman teh tua yang polpulasinya masih dibawah standar," ungkap Gamal.
Gamal menegaskan petani akan mendapatkan bantuan melalui kegiatan rehabilitasi yaitu benih, pupuk NPK, pupuk organik, herbisida agens pengendali hayati dan alat pertanian. Untuk program rehabilitasi dibutuhkan bibit sebanyak 7,5 cutting. Sedangkan Pusat penelitian teh dan kina sebagai sumber benih sedang mempersiapkan bahan tanam unggul dengan klon GMB sebanyak 10.5 juta, sehingga kebutuhan bibit untuk program rehabilitasi cukup.
"Kegiatan peningkatan produktivitas dan mutu teh rakyat ini tidak hanya melibatkan Kementan. Namun juga perlu peran serta para lembaga terkait, yaitu pemerintah daerah, lembaga pendidikan, lembaga Penelitian, dan perusahaan," jelasnya.
(mdk/cza)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya