Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini faktor penting bisa berkembangnya industri hilir

Ini faktor penting bisa berkembangnya industri hilir pertanian. http://merdeka.com

Merdeka.com - Bahan baku memang merupakan unsur penting bagi berkembang atau tidaknya industri hilir. Namun, ada faktor lain yang juga bisa membuat industri hilir sektor pertanian berkembang.

"Bahan baku bukan satu-satunya penentu berkembang-tidaknya industri hilir. Di luar bahan baku ada lembaga keuangan (perbankan), ketersediaan infrastruktur pendukung, ekonomi biaya tinggi akibat berbagai pungutan, beban pajak yang memberatkan, dan berbagai insentif yang tidak mendukung," kata Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heryawan, Selasa (22/4).

Saat ini industri hilir berbasis komoditas pertanian belum begitu banyak berkembang. Komoditas unggulan, seperti minyak sawit, karet, kopi, kakao, teh, rempah-rempah dan produk biji-bijian, dijual dalam bentuk mentah, nilai jualnya juga masih murah. Banyak pihak mengusulkan untuk menerapkan bea ekspor atau menutup ekspor bahan mentah (baku) agar industri hilir ini berkembang.

"Bahan baku merupakan unsur penting bagi berkembang tidaknya industri hilir, ketika bahan baku tersedia, maka industri hilir akan mendapatkan kepastian pasokan berproduksi sepanjang tahun dengan harga yang rendah," ujarnya.

Menurut Rusman, tanpa dukungan memadai dari semua faktor, ketersediaan bahan baku tidak akan menjamin industri hilir berkembang. Tantangan paling penting dari usaha mendorong industri hilir produk primer komoditas pertanian adalah kecermatan memetakan masing-masing komoditas.

"Ekonomi yang menggantungkan diri pada produk primer tidak seimbang, dengan harga yang melonjak tajam bila berhadapan dengan pemilik teknologi," jelasnya.

Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan Kementan untuk mendorong dan mengembangkan industri hilir, khususnya industri berbasis komoditas pertanian.

"Investasi sektor pertanian cenderung meningkat dari tahun ke tahun, di mana Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) pada tahun 2010 masing-masing sebesar Rp 8,88 triliun. Kemudian pada tahun 2012 masing-masing menjadi Rp 9,73 triliun," ungkapnya.

Selanjutnya Besaran investasi PMDN dan PMA  pada tahun 2013 hingga posisi triwulan III, masing-masing mencapai Rp 4,02 triliun. 

Investasi di bidang pertanian tersebut, lanjut Rusman, lebih banyak didominasi investasi di bidang pangan dan perkebunan. Saat ini, harga produk primer cenderung berfluktuatif. Sedangkan harga produk jadi cenderung meningkat dan relatif lebih stabil. (mdk/cza)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP