LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pesawat asing bantu padamkan karhutla di Sumsel berangsur pulang

Tinggal 1 pesawat Chinnok milik Singapura masih bertahan dan tetap memadamkan karhutla bersama helikopter milik BNPB.

2015-10-19 14:18:49
Kebakaran Hutan Sumatera
Advertisement

Meski kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumsel belum padam, namun sejumlah pesawat asing yang turut membantu operasi pemadaman berangsur pulang. Kini yang tersisa tinggal satu pesawat bantuan dari negara tetangga, Singapura.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengungkapkan, pesawat yang duluan pulang adalah milik Australia jenis Hercules. Pesawat Hercules atau THOR L 100-30 Airtangker itu telah terbang ke negaranya, Senin (19/10) sekitar pukul 08.00 WIB.

"Australia juga siaga kebakaran hutan, tidak bisa lama-lama di sini. Mereka juga mau operasi padamkan api di negaranya. Jam delapan pagi tadi sudah pulang," ungkap Willem di Palembang, Senin (19/10).

Dijelaskannya, Hercules milik Australia itu turut memadamkan melalui operasi udara di wilayah Sumsel selama lima hari. Terakhir, mereka memadamkan api di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Minggu (18/10) kemarin.

"Lima hari operasinya, sama-sama dengan Malaysia dan Singapura," kata dia.

Selain Australia, pesawat milik Malaysia juga dijadwalkan akan kembali pulang pada Selasa (20/10) besok. Malaysia menyumbangkan bantuan pesawat jenis Fix Wing.

"Besok dijadwalkan pesawat Malaysia juga akan pulang," ujarnya.

Saat ini, tinggal satu pesawat Chinnok milik Singapura yang masih bertahan dan tetap memadamkan karhutla bersama helikopter milik BNPB.

"Masih ada beberapa hari jadwal Singapura operasi pemadaman. Kita maksimalkan waktu yang tersisa," pungkasnya.

Baca juga:
70 Pendaki Gunung Lawu dievakuasi melalui Cemoro Kandang
Kebakaran hutan makin parah, satelit tak bisa deteksi semua hotspot
Kabut asap, penumpang Garuda tujuan Timika terlantar berhari-hari
Kebakaran di Gunung Prau meluas, petugas berjibaku lawan kobaran api

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.