Kabut asap, penumpang Garuda tujuan Timika terlantar berhari-hari
Merdeka.com - Sebanyak sembilan orang penumpang pesawat Garuda Indonesia tujuan Timika terlantar berhari-hari di Jayapura. Mereka tak bisa berangkat lantaran kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan menyelimuti Bandara Moses Kilangin, Timika.
Mereka akhirnya dialihkan ke Merauke, lalu diberangkatkan menuju Timika menggunakan kapal laut. Salah seorang penumpang Garuda, Donny Bumbungan mengatakan, terpaksa menempuh perjalanan ke Merauke lantaran hingga kini Bandara Moses Kilangin masih tertutup kabut asap.
"Rencananya pagi ini, kami sembilan orang penumpang pesawat Garuda dari Jakarta dan Makassar pada Kamis (15/10) terbang ke Merauke. Kami akan berangkat ke Timika pada Selasa (20/10) dengan menggunakan kapal laut," kata Donny di Jayapura, seperti dilansir dari Antara, Senin (19/10).
Menurut Donny, rombongan penumpang yang berangkat ke Merauke itu di antaranya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika, Adolf Haley. Para penumpang selama berhari-hari menunggu dalam ketidakpastian di Jayapura. Hanya saja, seluruh akomodasi berupa penginapan ditanggung penuh oleh pihak Garuda Indonesia.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Mimika, John Rettob, mengharapkan adanya perhatian pemerintah pusat maupun Provinsi Papua, supaya segera mencari jalan keluar kasus kebakaran lahan di wilayah Merauke, Mappi, dan sekitarnya.
"Mengingat bencana ini dampaknya sudah lintas kabupaten maka kami harapkan ini segera diatasi oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi," kata John.
Kabut asap akibat kebakaran lahan alang-alang di wilayah Merauke, Mappi, telah mengganggu aktivitas penerbangan di Timika. Sejak Kamis (15/10) hingga hari ini, seluruh penerbangan ke Timika, terutama pesawat-pesawat besar seperti Garuda Indonesia, Sriwijaya Air maupun penerbangan Airfast Indonesia dibatalkan. Sebab jarak pandang hanya mencapai 400 hingga 500 meter.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya