Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kebakaran hutan makin parah, satelit tak bisa deteksi semua hotspot

Kebakaran hutan makin parah, satelit tak bisa deteksi semua hotspot kabut asap ©2015 merdeka.com/muhammadun

Merdeka.com - Belum juga usai kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan, kini Sulawesi harus mengalami hal yang sama. Karhutla yang terjadi di Sulawesi ini tidak lepas dari ulah pihak-pihak yang mencari kepentingan pribadi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan karhutla terjadi lantaran sengaja dibakar oleh pihak yang ingin memperluas lahan. Setelah dipantau dengan satelit Terra Aqua, kata Sutopo, ternyata ada 801 hotspot di Sulawesi berasal dari lahan pertanian dan perkebunan

"Pembakaran dalam rangka land clearing. Asap juga terdeteksi dari hotspot yang ada. Tapi skalanya masih lokal," kata Sutopo dalam rilis yang diterima merdeka.com, Senin (19/10).

Sutopo merinci, dari 801 titik api akibat karhutla di Sulawesi, ada 57 titik api di Sulawesi Barat, 151 titik api di Sulawesi Selatan, dan ada 361 titik api di Sulawesi Tengah. Sulawesi Tenggara ada 126 titik api, Sulawesi Utara 59 titik api dan Gorontalo 47 titik api.

Sementara secara keseluruhan, titik api akibat karhutla di sejumlah daerah di Indonesia yang dipantau satelit Terra Aqua pada pukul 05.00 WIB mendeteksi ada 1.545 hotspot.

"Jumlah sebenarnya sesungguhnya lebih banyak karena satelit tidak mampu menembus pekatnya asap di Sumatera dan Kalimantan," terang dia.

"Hotspot di Kabupaten Merauke dan Mappi masih terdeteksi. Hostpot ini sudah berlangsung sejak dua bulan yang lalu. Belum ada pernyataan darurat dari Kepala Daerah dari daerah-daerah yang wilayahnya terbakar. Ini juga menunjukkan bahwa kebiasaan membakar masih berlangsung meski dampak bencana asap demikian besar, khususnya di Sumatera dan Kalimantan," imbuh Sutopo.

Untuk saat ini, data yang diperoleh dari hasil pantauan satelit Terra Aqua untuk wilayah Sumatera yaitu terdapat 172 titik api di Sumsel, 2 titik api di Sumut, 8 titik api di Jambi, 22 titik api di Kalsel dan 173 titik api di Kalteng. Sementara di Kalimantan Timur ada 119 titik api, Riau ada 1 titik api, Lampung ada 10 titik api, Babel ada 8 titik api.

Untuk daerah bagian Timur, terdapat 52 titik api di Papua, Maluku 63 titik api, Maluku Utara 17 titik api, Nusa Tenggara Barat 25 titik api dan Nusa Tenggara Timur 67 titik api.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP