Pesan Mendalam Jenderal TNI Bintang 4 ke Prajurit: Jangan Tergiur Hidup Bermewah-mewah
Menjadi prajurit TNI adalah sebuah pekerjaan mulia, membanggakan dan menuntut pengabdian kepada bangsa dan negara, serta fokus pada tugas yang diberikan.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan pesan mendalam kepada para prajurit. Jenderal TNI bintang empat ini mengingatkan bahwa menjadi prajurit TNI adalah sebuah pekerjaan mulia, membanggakan dan menuntut pengabdian kepada bangsa dan negara, serta fokus pada tugas yang diberikan.
Hal ini disampaikan saat memberikan arahan kepada prajurit, PNS dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) jajaran Korem 162/Wira Bhakti, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (10/2).
"Kita masuk tentara kan pengabdian. Jangan berpikir ke mana-mana, jangan tergiur untuk hidup bermewah-mewah. Fokus saja pada tugas di depan kita dan laksanakan dengan sebaik-baiknya," kata Maruli, Rabu (12/2).
Didampingi Ketua Umum Persit KCK Uli Simanjuntak, dia juga menyampaikan salam dan pesan dari Presiden Prabowo Subianto, yang menaruh harapan besar pada TNI untuk dapat berkontribusi membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Ke depan, kita berharap dapat semakin bersinergi dengan pemerintah dalam upaya menyejahterakan rakyat," ujarnya.
Jenderal bintang empat ini menegaskan kepada seluruh prajurit untuk menjaga integritas dan menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum maupun tindakan ilegal.
"Sudah jadi tentara, maka sudah lah. Bekerja saja yang baik, urus keluarga dengan baik, dan persiapkan anak-anak kita agar memiliki masa depan yang lebih baik," tegasnya.
Terkait profesionalisme dan kemampuan prajurit, Kasad meminta para Komandan Satuan untuk terus berinovasi guna mengembangkan keterampilan bertempur, menembak, bela diri, serta meningkatkan kemampuan teritorial prajurit.
Selain itu, mantan Pangkostrad ini juga mendorong anggota Persit KCK untuk mengembangkan potensi diri melalui berbagai program organisasi Persit yang bermanfaat.
Mengakhiri kunjungannya, Maruli dan Ketua Umum Persit KCK berinteraksi langsung dengan prajurit serta anggota Persit melalui sesi tanya jawab, serta mendengarkan aspirasi mereka dan menjawabnya secara langsung.