LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Perusakan Kantor dan Merasa Terintimidasi, Aktivis Jatam Kaltim Lapor Polisi

Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang, menjelaskan, perusakan kantor mereka sebagai bentuk intimidasi terhadap aktivis Jatam.

2018-11-28 17:13:23
aktivis
Advertisement

Aktivis jaringan advokasi tambang (Jatam) Kalimantan Timur, resmi melapor polisi, terkait perusakan kantor sekretariat mereka di Samarinda. Pegiat lingkungan itu merasa terintimidasi dan sepakat tidak berkantor dulu sementara waktu di markas mereka.

Aktivis Jatam Kaltim didampingi kuasa hukum mereka, memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polresta Samarinda sekira pukul 13.30 Wita tadi. Mereka dimintai keterangan hingga 1,5 jam.

"Terkait pengaduan kami. Kami desak itu diusut menyeluruh. Bicara kerugian, rugi materil adalah fasilitas yang dirusak. Tapi, inmateril, kami trauma berkantor di sekretariat," kata Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang, usai pemeriksaan, Rabu (28/11).

Advertisement

Rupang menjelaskan, perusakan kantor mereka sebagai bentuk intimidasi terhadap aktivis Jatam. "Dugaan kami bahwa itu terkait advokasi dan kampanye yang kami lakukan. Terakhir, soal korban anak meninggal ke 31 di lubang bekas tambang di Tenggarong Seberang (Kutai Kartanegara)," ujar Rupang.

"Sepertinya, ada pihak yang terganggu, tidak suka dengan kampanye dan advokasi yang Jatam sampaikan kepada publik selama ini," tambahnya.

Advertisement

Rupang menegaskan, selain kasus itu dikawal oleh Polda Kaltim, laporan Jatam juga ditembuskan Jatam ke Mabes Polri dan Komnas HAM. "Ini baru kami laporkan, karena kami kria (intimidasi) tidak akan berlanjut, seperti halnya ancaman-ancaman sebelumnya yang kami alami. Tapi, ternyata ini berlanjut, tidak berakhir," tegasnya.

"Ya, tidak hanya ancaman dan intimidasi sekretariat kami, tapi juga individual. Ada yang menelepon, dimana posisi. Jadi, kami merasa tidak nyaman, terusik. Ini tidak bisa dibiarkan, dan harus kami laporkan," ungkap Rupang

Kapolresta Samarinda Kombes Vendra Riviyanto membenarkan laporan Jatam Kaltim. "Kami serius menindaklanjuti, dimulai dengan penyelidikan memeriksa korban, saksi di TKP, dan bukti lain. Tetap, kita lakukan proses hukum," ujar Vendra.

Diberitakan sebelumnya, 5 November 2018 lalu, kantor Jatam Kaltim di Samarinda, dirusak orang tak dikenal. Diduga, sebagai balasan terkait sorotan tajam aktivis Jatam terkait tewasnya tidak kurang 30 nyawa di lubang bekas tambang batubara yang dibiarkan menganga. Korban ke-31 terjadi di Kutai Kartanegara. Diperkirakan, ada 30 orang datang menggeruduk markas Jatam.

Baca juga:
Sorot Puluhan Nyawa Tewas di Lubang Bekas Tambang Kaltim, Kantor Aktivis Diserang
Komnas HAM selidiki tewasnya 31 orang di lubang bekas tambang batubara di Kaltim
31 Orang tewas di lubang bekas tambang di Kaltim, Jokowi diminta turun tangan
1 Siswa MTs tewas tenggelam di kolam bekas tambang batu bara
Gubernur Kaltim sebut sudah nasib 30 warganya tewas di kolam bekas tambang batu bara
Sejak 2011, 30 nyawa melayang akibat kolam bekas tambang di Kaltim
Pelajar tenggelam di kolam bekas tambang batu bara ditemukan tewas

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.