Perkins AS Gelar Pelatihan Fisioterapi SLB Banyuwangi, Dorong Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus
Perkins International dari AS menyelenggarakan Pelatihan Fisioterapi SLB Banyuwangi bagi guru dan orang tua, bertujuan optimalkan potensi serta kemandirian anak berkebutuhan khusus.
Perkins International, sebuah organisasi global yang berpusat di Boston, Amerika Serikat, baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan penting di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pelatihan ini berfokus pada fisioterapi dasar bagi guru dan orang tua yang memiliki anak dengan hambatan fisik atau anak berkebutuhan khusus.
Acara yang berlangsung pada hari Jumat, 28 November tersebut, melibatkan ratusan peserta yang antusias. Mereka diajarkan teknik-teknik fisioterapi dasar untuk membantu anak-anak mencapai potensi maksimal dalam gerak dan kemandirian.
Pelatihan ini dipandu langsung oleh Loganathan Gurusamy, seorang pakar Fisioterapis Pediatrik Neuro dari India. Inisiatif ini menandai upaya signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak penyandang disabilitas di wilayah tersebut.
Pentingnya Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus dalam Fisioterapi
Loganathan Gurusamy, pakar fisioterapis yang memimpin Pelatihan Fisioterapi SLB Banyuwangi, menekankan pentingnya kemandirian anak. Ia menyoroti budaya Asia Tenggara yang cenderung terlalu melindungi anak, terutama bagi penyandang disabilitas. Hal ini dapat menghambat perkembangan mandiri mereka.
Menurut Loganathan, "Melindungi itu bagus, tapi kita harus tahu kapan harus melakukannya, tidak boleh berlebihan sehingga tidak menyebabkan anak terlalu bergantung pada orang tua, terutama pada anak anak penyandang disabilitas." Pesan ini menjadi inti dari pendekatan fisioterapi yang diajarkannya.
Pelatihan ini mendorong orang tua dan guru untuk melatih anak agar berpartisipasi aktif dalam kegiatan sehari-hari. Tujuannya adalah untuk mencegah otot anak melemah dan mendorong mereka untuk bergerak lebih banyak. Pendekatan ini sangat relevan untuk guru SLB Banyuwangi dalam mendampingi siswa mereka.
Stimulasi Gerakan Aktif dan Dampak Positif Pelatihan
Dalam sesi Pelatihan Fisioterapi SLB Banyuwangi, Loganathan Gurusamy memberikan contoh konkret stimulasi gerakan. Ia menunjukkan berbagai gerakan yang dapat dilakukan oleh guru dan orang tua untuk merangsang aktivitas fisik anak. Ini termasuk cara memotivasi anak untuk bergerak sendiri.
Salah satu contoh yang diberikan adalah menghindari menggendong anak secara langsung saat memindahkan mereka. Sebaliknya, anak diajak untuk menggerakkan tubuhnya secara aktif sesuai instruksi. "Anak jangan langsung digendong jika ingin dipindahkan atau diantarkan ke ruang tertentu, tapi mereka diminta menggerakkan tubuhnya secara aktif ke depan sesuai instruksi yang diberikan guru atau orang tua," jelasnya.
Wartini, salah satu orang tua peserta pelatihan, mengungkapkan manfaat besar dari kegiatan ini. Ia memiliki anak penyandang cerebral palsy yang berusia 11 tahun dan masih kesulitan berdiri tegak. Pelatihan ini memberikan harapan baru bagi orang tua.
"Sekarang usianya 11 tahun, tapi jalannya masih ngesot, belum bisa berdiri tegak. Dengan mengikuti pelatihan seperti ini saya mendapatkan cara yang pas untuk mengajarkan anak saya untuk bisa berdiri," ujar Wartini. Pengalaman ini menunjukkan bahwa Pelatihan Fisioterapi SLB Banyuwangi sangat relevan dan memberikan solusi praktis.
Sumber: AntaraNews