Peringati HUT Kodam Jaya ke-76, Jakarta Utara Gelar Aksi Bersih-bersih Waduk dan Sungai
Pemerintah Kota Jakarta Utara bersama TNI-Polri dan masyarakat sukses menggelar aksi bersih-bersih waduk dan sungai, peringati HUT Kodam Jaya ke-76. Ini wujud komitmen jaga lingkungan pesisir.
Pemerintah Kota Jakarta Utara berkolaborasi dengan TNI, Polri, dan masyarakat setempat menggelar aksi bersih-bersih waduk dan sungai. Kegiatan ini dipusatkan di berbagai titik, termasuk Kali Angke di Jakarta Utara. Aksi ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan pesisir dari sampah dan potensi banjir.
Aksi bersih-bersih waduk dan sungai ini dilaksanakan pada Sabtu, 13 Desember, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kodam Jaya ke-76. Inisiatif ini juga merupakan respons terhadap tantangan lingkungan yang kompleks di wilayah pesisir Jakarta Utara. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Kegiatan bersih-bersih melibatkan pembersihan sungai dan bantaran, pengangkatan sampah, serta pemberian tali kasih kepada warga yang membutuhkan. Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ini menjadi pengingat bahwa menjaga sungai tidak bisa dilakukan sendiri.
Tantangan Lingkungan Pesisir Jakarta Utara dan Pentingnya Kolaborasi
Wawan Budi Rohman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota (Setko) Jakarta Utara, menyoroti kompleksitas masalah lingkungan di wilayah pesisir. Jakarta Utara menghadapi berbagai tantangan, mulai dari sampah sungai, ancaman banjir, hingga rob. Oleh karena itu, dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Wawan mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan. Kerja sama ini dinilai penting, terutama di kawasan Kali Angke yang menjadi fokus utama kegiatan. Lingkungan pesisir Jakarta Utara membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
Kali Angke menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga lingkungan pesisir Jakarta Utara. "Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga sungai tidak bisa dilakukan sendiri," kata Wawan. Gotong royong diharapkan dapat menjadikan sungai lebih bersih, aliran air lebih lancar, serta menekan risiko banjir.
Wawan menegaskan bahwa upaya ini merupakan amal kebaikan bersama. "Ini adalah amal kebaikan bersama untuk generasi hari ini dan yang akan datang," ujarnya. Kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan akan memberikan dampak positif jangka panjang.
Aksi Bersih-bersih Serentak di Berbagai Titik, Lanjutan Komitmen Kodam Jaya
Aksi bersih-bersih ini tidak hanya terfokus di Jakarta Utara, melainkan dilaksanakan serentak di 10 titik berbeda. Lokasi-lokasi tersebut mencakup Kali Angke di Jakarta Utara, Kali Pasar Pesing di Jakarta Barat, dan Saringan Sampah Implacement TB Simatupang di Jakarta Selatan. Kegiatan serupa juga digelar di Sungai Ciliwung Bidara Cina, Setu Parigi di Tangerang, dan Kali Baru di Bekasi.
Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari aksi serupa yang telah dilakukan sebelumnya. Pembukaan kegiatan di Waduk Ria-Rio, Jakarta Timur, menegaskan komitmen jangka panjang Kodam Jaya. Upaya menjaga kebersihan lingkungan akan terus berlanjut secara berkelanjutan.
Deddy Suryadi menekankan bahwa menjaga kebersihan sungai, pasar, dan lingkungan hanya dapat tercapai melalui sinergi dan kebersamaan. Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam upaya ini. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan lingkungan yang lebih baik.
Pangdam Jaya juga menyoroti pentingnya sungai sebagai sumber kehidupan. "Kami menekankan pentingnya sungai sebagai sumber kehidupan manusia, hewan, dan ekosistem," kata Deddy Suryadi. Sungai juga berperan vital dalam mencegah bencana seperti banjir, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
Sumber: AntaraNews