Peringati Hari Pahlawan, PLN Tanam Pohon di Berbagai Wilayah Jatim untuk Lingkungan Berkelanjutan
Dalam rangka Hari Pahlawan, PLN Tanam Pohon Jatim di Gresik, Ponorogo, dan Madiun sebagai komitmen hijau, bertujuan mencegah bencana dan wujudkan energi berkelanjutan.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan dengan menggelar aksi penanaman pohon serentak. Kegiatan ini dilaksanakan di berbagai wilayah Jawa Timur, termasuk Gresik, Ponorogo, dan Madiun. Aksi tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November.
Inisiatif penghijauan ini tidak hanya sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian PLN dalam mendukung transformasi hijau. Tujuannya adalah untuk menghadirkan energi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat. Langkah ini juga berfungsi sebagai upaya mitigasi bencana alam di area rawan.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Penanaman pohon diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kelestarian alam. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat hubungan baik antara PLN dengan komunitas setempat.
Mencegah Bencana di Ponorogo dengan Penghijauan
Di Ponorogo, PLN berkolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, Islamic Center, dan relawan SAR Tangguh. Mereka bersama-sama menanam pohon alpukat di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, mengingat desa tersebut merupakan daerah rawan bencana.
Dusun Sumber di Desa Tugurejo, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pacitan, sering menghadapi masalah serius. Wilayah ini dikenal rawan longsor saat musim hujan dan rentan kekeringan ketika musim kemarau tiba. Oleh karena itu, aksi penanaman pohon menjadi solusi penting untuk mengurangi risiko tersebut.
Perwakilan Desa Tugurejo, Parlin, menyambut baik inisiatif PLN ini. Beliau menekankan bahwa penanaman bibit pohon adalah langkah krusial dalam mitigasi bencana. "Pada musim kemarau sering kali kita di-droping air bersih dari BPBD. Kalau musim penghujan sering longsor, dan titiknya berpindah-pindah," ujar Parlin, menggambarkan kondisi nyata di desanya.
Dukungan Lingkungan di Gresik dan Madiun
Selain Ponorogo, aksi kepedulian lingkungan juga merambah ke wilayah lain di Jawa Timur. Di Gresik, PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jawa Timur turut serta dalam kegiatan serupa. Mereka menggelar sosialisasi kelistrikan sekaligus melakukan penanaman pohon di Pondok Pesantren Darussalam, Desa Tegaljoyo.
Langkah progresif ini juga diterapkan di Kabupaten Madiun, khususnya di Desa Kepel, Kecamatan Kare. Desa ini juga dikenal sebagai area yang memiliki potensi longsor tinggi. Penanaman pohon di Madiun merupakan wujud nyata kepedulian PLN terhadap kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Kepala Desa Kepel, Sungkono, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian PLN dan seluruh pihak terkait. Beliau menggarisbawahi pentingnya kegiatan penanaman pohon untuk menjaga kelestarian alam. Selain itu, aksi ini juga berperan vital dalam mencegah potensi longsor yang mengancam desa.
Aksi Bersih Pantai dan Komitmen Berkelanjutan
Komitmen PLN terhadap lingkungan tidak berhenti pada penanaman pohon saja. Di Banyuwangi, PLN juga menginisiasi aksi peduli lingkungan yang berbeda namun tak kalah penting. Mereka mengadakan kegiatan bersih-bersih pantai di kawasan Pantai Boom yang populer.
Dalam kegiatan tersebut, tim PLN berhasil mengumpulkan sebanyak 20 kantong sampah dari area pantai. Sampah-sampah ini kemudian diserahkan kepada pihak pengelola Pantai Boom. Proses selanjutnya adalah daur ulang dan pengelolaan sesuai prosedur lingkungan yang berlaku.
Berbagai aksi ini menegaskan bahwa PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan energi listrik. Perusahaan juga aktif berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup. Upaya ini sejalan dengan visi transformasi hijau PLN untuk masa depan yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews