Peringatan Tsunami Dicabut, Gubernur Sulut Instruksikan Pendataan Kerusakan Usai Gempa
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menginstruksikan kepada jajaran dan kabupaten/kota untuk melakukan pendataan dampak gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencabut peringatan dini tsunami pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menginstruksikan kepada jajaran dan kabupaten/kota untuk melakukan pendataan dampak gempa.
Ia mengaku bersyukur ancaman tsunami pascagempa magnitudo 7,7 telah berakhir. Dia pun telah menginstruksikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pendataan kerusakan pascagempa.
"Lakukan pendataan kerugian untuk dilaporkan ke pusat," kata dia
Yulius juga memerintahkan BPBD dan dinas sosial untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada warga terdampak.
“Saya minta seluruh jajaran turun langsung ke lapangan memastikan kondisi masyarakat. Pemprov siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan dan hasil pendataan,” kata dia.
Ada Fasilitas Umum yang Rusak
Sementara Kepala Basarnas Manado, George Mercy Randang mengaku masih melakukan assessment dampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7.
Meski demikian, dirinya sudah menerima informasi adanya fasilitas umum dan rumah ibadah yang mengalami kerusakan.
"Laporan awal di wilayah kepulauan sejumlah rumah warga mengalami retak di dinding. Selain itu ada juga fasilitas umum seperti rumah ibadah mengalami kerusakan akibat gempa," tuturnya.
Mercy mengaku saat kondisi di lapangan sudah kondusif.