Perahu nelayan terbalik di Pantai Puger, 5 orang dikabarkan meninggal
"Untuk data yang ter-update, kami masih olah. Karena kami masih harus memvalidkan dulu jumlah korban total. Berapa yang diselamatkan, meninggal, hidup, dan yang masih hilang," kata Rudy saat dikonfirmasi via sambungan telepon.
Kapal nelayan terbalik di Pantai Pancer, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur. Lima orang ditemukan meninggal pada peristiwa yang terjadi pagi tadi, Kamis (19/7).
Komandan Search and Rescue Unit (SRU) Operasi SAR Jember, Rudy Prahara, belum bisa memastikan total korban perahu terbalik tersebut. Selain lima tewas, sembilan ditemukan selamat dan tujuh dalam pencarian. Namun data itu belum pasti karena ada ada kesimpangsiuran antara total korban dengan jumlah yang ditemukan selamat, meninggal, dan yang masih hilang.
"Untuk data yang ter-update, kami masih olah. Karena kami masih harus memvalidkan dulu jumlah korban total. Berapa yang diselamatkan, meninggal, hidup, dan yang masih hilang," kata Rudy saat dikonfirmasi via sambungan telepon.
Namun, katanya, informasi awal penumpang kapal ada 21 orang. "Cuma itu (data) resminya belum bisa mengeluarkan karena itu tadi, ada kesimpangsiuran data," jelasnya.
Sekadar informasi, peristiwa nahas perahu terbalik di Puger, Jember ini terjadi saat puluhan nelayan tengah mencari ikan di tengah laut.
Puluhan nelayan ini berangkat dari Pelabuhan Perikanan Puger. Namun, saat perjalanan pulang, sekitar pukul 08.15 WIB, perahu mereka mengalami trouble, dan terbalik.
"Sehingga mengalami laka laut. Kejadiannya di sekitar sini saja, di sekitaran Puger," tegas Rudy.
Baca juga:
8 ABK WNI selamat dari musibah kapal tenggelam di Samudra Atlantik
Akibat cuaca buruk di Selat Bali, KM Trisna Dwitya karam
Kapal Jerman bermuatan LPG kadas di Selat Sape, tidak ada korban jiwa
Insiden KM Sinar Bangun, Kadishub Samosir sakit saat diperiksa dan tidak ditahan
Berkas 4 tersangka tenggelamnya KM Sinar Bangun dikembalikan ke Polda Sumut
Kadishub Samosir diperiksa sebagai tersangka tenggelamnya kapal di Danau Toba
Pemilik KM Lestari Maju sudah setahun tak perpanjang dokumen keselamatan