Akibat cuaca buruk di Selat Bali, KM Trisna Dwitya karam
Merdeka.com - Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk terganggu cuaca buruk. Angin bertiup sangat kencang sejak Sabtu malam hingga menimbulkan gelombang tinggi.
Akibatnya, sejumlah kapal yang sedang berlayar kesulitan melakukan olah gerak ditambah goncangan keras selama pelayaran. Bahkan KMP Trisna Dwitya yang sedang berlayar dari pelabuhan Ketapang, Banyuwangi terseret arus saat mendekati dermaga LCM Gilimanuk dan karam di dekat lampu navigasi atau sekitar 300 meter di sebelah utara dermaga LCM Gilimanuk.
Peristiwa itu terjadi Sabtu malam pukul 20.40 Wita. Kapal tersebut diketahui memuat 6 unit truk besar, 8 unit tronton, 1 unit sepeda motor dan 28 orang penumpang serta 13 ABK tersebut hingga siang ini belum bisa ditarik dari lokasi kandas.
Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol Nyoman Subawa, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kapal karam tersebut. Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut dan seluruh penumpang tadi malam langsung dievakuasi oleh tim Basarnas, Polair dan TNI-AL Pos Gilimanuk ke darat dan diistirahatkan di aula ASDP Gilimanuk.

"Dini hari tadi sekitar jam 01.00 Wita sempat dilakukan upaya penarikan terhadap kapal naas tersebut, tapi tidak berhasil karena air di Selat Bali masih surut," ucapnya, Minggu (15/7).
Rencananya proses evakuasi terhadap dilakukan siang ini menggunakan KMP Edha. Kejadian kapal karam di Selat Bali menurutnya sering terjadi lantaran cuaca di Selat Bali sering ekstrim.
Pantauan di pelabuhan Gilimanuk, hingga pukul 11.30 siang tadi kapal nahas tersebut belum bisa ditarik. Meskipun air laut di selat Bali mulai pasang. Cuaca, angin kencang dan gelombang tinggi masih terjadi. Mengakibatkan arus cukup deras.
Meskipun cuaca agak ekstrem, sejumlah kapal terlihat masih tetap berlayar melayani penyeberangan Gilimanuk menuju Ketapang maupun sebaliknya. Terlihat kapal yang sedang berlayar mengalami goncangan yang cukup keras.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya