Pengusaha Harap Subsidi Pemerintah Ikut Program Vaksinasi Gotong Royong
Ia menyebut akan mendiskusikan masukan para perusahaan agar program vaksinasi gotong royong bisa berjalan dengan baik. Alasannya, kondisi keuangan setiap perusahaan berbeda-beda dan tidak bisa disamaratakan.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Makassar menyebut baru lima perusahaan yang mendaftarkan diri untuk ikut dalam program vaksinasi gotong royong dicanangkan pemerintah. Hal tersebut disampaikan Ketua Apindo Makassar, Muammar Muhayang.
Muammar mengatakan masih minimnya perusahaan ikut dalam program vaksinasi gotong royong karena menganggap harga vaksin Sinopharm yang digunakan harganya masih terlalu tinggi. Muammar menyebut 200 perusahaan yang didata Apindo Makassar, rata-rata menyampaikan agar ada subsidi dari pemerintah.
"Terdaftar ada 5 dari 200 perusahaan. Totalnya keseluruhan 2000-3000 karyawan siap disuntik vaksin. Mereka meminta adanya keringanan biaya, kalau bisa ada subsidi," ujarnya kepada merdeka.com, Jumat (21/5).
Ia menyebut akan mendiskusikan masukan para perusahaan agar program vaksinasi gotong royong bisa berjalan dengan baik. Alasannya, kondisi keuangan setiap perusahaan berbeda-beda dan tidak bisa disamaratakan.
"Tidak bisa disamakan perusahaan yang besar dengan yang kecil. Jadi soal biaya ini masih jadi polemik," tuturnya.
Sekadar diketahui, harga vaksin Sinopharm yang disediakan oleh PT Bio Farma (Persero) seharga Rp321.660 per dosis. Sementara tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 per dosis. Dengan demikian, vaksinasi mandiri ini akan dikenakan sebesar Rp439.570 per dosis.
Baca juga:
Vaksin Sinopharm untuk Gotong Royong Diklaim Termurah Kedua Dibanding Negara Lain
Gunung Sewu Group, EMC dan OMNI Hospital Gelar Vaksinasi Gotong Royong
KSPI Tolak Komersialisasi Vaksin Covid-19
Vaksin Gotong Royong, Upaya Perlindungan bagi Pekerja
Harga Vaksin Gotong Royong Dianggap Mahal, Ini Penjelasan Bio Farma
Perusahaan Dilarang Potong Gaji Peserta Vaksinasi Gotong Royong