LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pengelola sanggar seni ditemukan tewas bersimbah darah

Sepeda motor Yamaha Mio merah milik korban tidak ditemukan di lokasi kejadian.

2014-11-20 00:35:00
Pembunuhan
Advertisement

Kompleks Golden Vista, Jalan Jamin Ginting, Medan mendadak ramai, Rabu (19/11). Kehebohan dipicu penemuan mayat seorang penghuni ruko yang diduga sebagai korban pembunuhan.

Korban diidentifikasi sebagai Hendra Tumanggor (40), warga Jalan Karya, Sei Agul, Medan. Ayah satu anak ini merupakan pengontrak di salah satu ruko di Kompleks Golden Vista.

Berdasarkan keterangan warga, Hendra baru sebulan membuka Sanggar Pentas Seni di ruko yang ada di Kompleks Golden Vista. "Muridnya banyak juga," kata Iwan Sijabat (45), warga sekitar kepada wartawan.

Jasad Hendra ditemukan bersimbah darah dengan posisi telentang. Kepala, dadanya terluka dan pelipisnya robek diduga akibat hantaman benda tumpul.

Motif pembunuhan ini masih belum diketahui. Namun, sepeda motor Yamaha Mio merah milik korban tidak ditemukan di lokasi kejadian.

"Motifnya belum diketahui dan kasusnya masih kita selidiki. Dugaan sementara ini merupakan korban perampokan," kata Kapolsek Delitua Kompol Anggoro Wicaksono.

Informasi dihimpun, jasad Hendra pertama kali ditemukan Lusiana (30), pegawai di Kampus Perguruan Tinggi Pelita yang berada tepat di sebelah lokasi penemuan. Dia curiga melihat pintu ruko itu terbuka namun tidak melihat penghuninya.

Lusiana kemudian menghubungi adiknya Odin Saragih (26). "Aku pun menghubungi pemilik ruko. Kami bersama-sama masuk. Korban kami temukan telentang berlumuran darah di lantai II," papar Odin.

Kejadian ini langsung mengundang perhatian warga dan pengguna jalan. Akibatnya, Jalan Jamin Ginting menjadi macet total.

Petugas Polsek Delitua dan tim Inafis Polresta Medan yang dihubungi pun turun ke lokasi kejadian. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kakak korban, Galunggang Tumanggor (42), yang mendapat kabar kematian adiknya, juga datang ke lokasi. Dia menduga adiknya korban perampokan. Alasannya, sang adik tidak mempunyai masalah dengan orang lain.

"Anaknya baik dan sudah punya istri dan anak satu. Adikku pasti korban perampokan," duganya.

Setelah polisi melakukan olah TKP, jasad Hendra dibawa ke RSUP H Adam Malik Medan untuk diautopsi.

Baca juga:
Gayus Lumbuun tak suka dikritik eks hakim agung soal vonis mati
6 Hari hilang, Miss Honduras ditemukan tewas di pinggir sungai
Pengelola sanggar seni ditemukan tewas bersimbah darah
Sakit hati pacar direbut, pria ini bacok teman dengan samurai
Ayah Ade Sara: Jeritan anak saya saat dibunuh lebih histeris
Sambil menangis, Assyifa minta maaf telah bunuh Ade Sara
Lima pembunuh pasutri di Bandung dituntut penjara seumur hidup

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.