LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

'Begal motor seperti teroris, punya SOP dan harus solid'

"Mereka harus menerapkan SOP tertentu. Itu harus dipatuhi, karena kalau tidak sesuai SOP, mereka akan tercium polisi,".

2015-02-26 11:13:30
Begal Motor
Advertisement

Aksi perampasan sepeda motor dengan kekerasan atau kerap disebut begal makin sering terjadi. Kondisi ini semakin meresahkan masyarakat terutama lantaran polisi seolah tidak mampu mencegah aksi kriminal tersebut.

Semula aksi begal motor terjadi di kawasan Depok, kini aksi serupa sudah merambah beberapa daerah seperti Tangerang, Bekasi dan Bogor. Salah satu pelaku begal motor di Pondok Aren, Tangerang sempat ketahuan warga sedang beraksi, alhasil pelaku tewas mengenaskan lantaran dibakar hidup-hidup.

Sebelum tewas, pelaku sempat mengaku berasal dari salah satu daerah di Sumatera, yakni Lampung. Dia mengatakan ada sekitar 500 kawannya menyebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi buat melakukan tindakan kriminal tersebut.

Pihak Kepolisian membenarkan pengakuan begal tersebut. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, mengatakan pelaku begal motor tidak hanya dilakukan kelompok Lampung. Ada beberapa kelompok lain turut melakukan hal serupa. Mereka terbagi atas dasar kesamaan wilayah asal. Seperti jaringan Pandeglang (Banten), Depok, Bekasi, Karawang, dan Bogor.

"Pelaku merupakan sindikat yang memiliki hubungan kekerabatan asal daerah. Keenamnya bermain di kawasan Jakarta, khususnya di daerah penyangga," kata Martinus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, kemarin.

Menanggapi hal ini, kriminolog UI Azizah Farah Fatimah menilai unsur kedekatan daerah memang menjadi salah satu faktor solidnya kelompok begal motor tersebut. Unsur kedekatan daerah, menurut Azizah tidak hanya berlaku bagi kelompok begal motor. Di masyarakat umum, kedekatan daerah juga berlaku.

"Masyarakat umum saja, ikatan kedaerahan itu kuat," kata Azizah saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (26/2).

Azizah menilai ada faktor lain yang menjadikan begal motor seakan sulit ditembus. Solidaritas sebagai pelaku kriminal, menurut Azizah jauh lebih kuat dari kedekatan daerah. Azizah mengatakan, individu yang bergabung dengan kelompok begal motor harus saling menjaga sekuat mungkin. Mereka memiliki sebuah standar operasional yang sangat kuat dan harus dipatuhi karena jika salah satu dilanggar, maka potensi tertangkap aparat kepolisian akan terbuka. Apabila salah satu anggota tertangkap, maka anggota kelompok yang lain akan menjadi target berikutnya.

"Mereka harus menerapkan SOP tertentu. Misalnya 1 menit untuk mencuri 1 motor. Itu harus dipatuhi, karena kalau tidak sesuai SOP, mereka akan tercium polisi. Seperti teroris lah, mereka punya SOP, dan harus solid," jelas Azizah.

Azizah juga mengungkap, kelompok begal motor tidak hanya terdiri dari pelaku ranmor, melainkan sampai ke penadah. Kontrol dan soliditas kelompok begal motor juga mencakup hingga penadah. "Mereka itu kriminal karirnya ada yang ranmor, ada juga penadah. Ini sudah menjadi kriminal karir. Kalau kriminal karir kan terbentuk bukan dari 1 atau 2 kali aksi, sudah bertahun-tahun. Bahkan yang pernah tertangkap polisi, saat keluar penjara justru semakin kuat," ungkap Azizah.

Terkait dengan pihak Kepolisian yang seolah tidak mampu mencegah aksi kriminal tersebut, Azizah mengatakan, dalam melakukan penangkapan, pihak Kepolisian memiliki prosedur hukum yang harus dipatuhi. "Polisi itu ada prosedur hukum. Kalau mau menangkap perlu dasar hukum yang kuat dan kalau mau bergerak mereka harus penuhi dasar hukum itu. Kalau prosedur hukum tidak dipatuhi polisi, nanti malah polisi yang akan disalahkan," ujar Azizah.

Namun, meski Kepolisian harus melalui prosedur hukum yang berlaku, Azizah menilai prosedur tersebut seharusnya tidak boleh menghambat gerak Kepolisian. "Polisi selama ini tidak bisa buru-buru karena ada prosedur yang harus dilewati. Tetapi polisi juga kan dididik, jangan sampai birokrasi menjadi penghambat," tutur Azizah.

Baca juga:
Tukang ojek resah begal motor kian marak dan sadis
Jabodetabek 'dihantui' begal sadis, warga salahkan polisi
Lindungi warga dari begal motor, Ahok pasang 2.500 CCTV
Rampas motor begal pakai samurai, janda ini pakai tubuh
Fakta operasi enam kelompok spesialis begal di Jabodetabek
Tepergok merampok, komplotan begal motor ditembak polisi, 1 tewas

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.