Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tukang ojek resah begal motor kian marak dan sadis

Tukang ojek resah begal motor kian marak dan sadis ojek. ©2013 Merdeka.com/fayruzrahma.wordpress.com

Merdeka.com - Aksi pembegalan terus menjadi momok menakutkan bagi warga se-Jabodetabek, terutama pengendara roda dua. Apalagi, para pelakunya kian sadis, mereka tak lagi segan melukai bahkan membunuh korbannya.

Kekesalan warga terhadap begal motor mencapai puncaknya, Selasa (25/2) dini hari kemarin, satu dari lima pelaku tewas dibakar hidup-hidup oleh massa yang memergoki aksinya. Meski begitu, masih banyak pembegal-pembegal lainnya yang berkeliaran.

Kekhawatiran itu dirasakan oleh Karmin (45), seorang tukang ojek di Jakarta. Karmin kerap kali keluar malam untuk mengantarkan penumpangnya dengan melintasi kawasan Matraman, Salemba hingga Senen. Agar tidak menjadi korban pembegalan, dia selalu waspada dengan memperhatikan gerak gerik pengendara lain di sekitarnya.

"Ya saya takut juga, kalau udah gelap sendiri, terus berasa ada yang ngikutin dari belakang, takutnya begal," keluh Karmin, Kamis (26/2).

Karmin menilai pelaku pembegalan yang dibakar hidup-hidup oleh sejumlah warga di Pondok Aren sudah setimpal dengan perbuatannya yang kerap melukai dan membunuh korbannya. Dia pun yakin, aksi tersebut bisa menimbulkan efek jera terhadap penjahat lainnya.

"Biarin aja lah dibakar itu penjahat, biar tahu rasa, bikin resah orang-orang yang enggak bersalah aja," ucapnya kesal.

Tak hanya begal, Karmin juga berharap agar kerasnya hukum 'rimba' yang dilakukan warga bisa ditujukan bagi koruptor atau penjahat berdasi lainnya.

"Kalau perlu itu koruptor-koruptor dibakar juga aja, biar pada insaf mereka, toh nantinya negara jadi bebas KKN," tegasnya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP