Pengamanan di jalur Sulsel & Sulteng diperketat jelang Pilgub Sulbar
Pengamanan di jalur Sulsel & Sulteng diperketat jelang Pilgub Sulbar. Tujuan mempertebal kekuatan pengamanan di titik-titik perbatasan itu untuk menciptakan kondisi aman dari pelanggaran hukum. Salah satunya mengantisipasi gangguan pelanggaran hukum macam peredaran narkoba.
Tersisa hitungan dua pekan lagi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Barat, berlangsung. Menjelang pemilihan itu, dari sisi pengamanan antara lain yang dilakukan Polda Sulbar adalah mempertebal kekuatan pengamanan di daerah-daerah perbatasan yang dilintasi dari Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.
"Situasi keamanan jelang Pilgub ini tergolong masih kondusif. Meski demikian, khusus di titik-titik perbatasan, kekuatan pengamanan dipertebal karena Sulbar ini dilintasi dua provinsi yakni Sulteng dan Sulsel. Sulbar ini adalah jalan utama poros ke dua provinsi tersebut," kata Wakapolda Sulbar, Kombes Polisi Tajuddin saat dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (4/2).
Menurut dia, tujuan mempertebal kekuatan pengamanan di titik-titik perbatasan itu untuk menciptakan kondisi aman dari pelanggaran hukum. Salah satunya mengantisipasi gangguan pelanggaran hukum macam peredaran narkoba.
"Kita perkuat kekuatan pengamanan di daerah perbatasan untuk mengintensifkan razia cipta kondisi dari semua jenis pelanggaran hukum misalnya senjata api dan senjata tajam, narkoba dan razia KTP. Siapa tahu ada di antara yang melintas itu adalah DPO. Itu saja," kata dia.
Dalam mengamankan demi lancar dan suksesnya Pilgub ini, Polda Sulbar didukung bantuan kekuatan dari Polda Sulsel yang menurunkan 350 personel Brimob yang di antaranya pasukan anti huru hara dan tim Penjinak Bom atau Jibom Gegana Brimob Polda Sulsel. Juga ditambah dengan 100 personell Dalmas atau Pengendalian Massa dari Direktorat Sabhara Polda Sulsel.
Selain itu, juga dibackup dengan kekuatan TNI dari Korem 142/Taro Ada Taro Gau dengan mengerahkan personel 1 Satuan Setingkat Pleton (SST) dari masing-masing kabupaten. Di Sulbar ada lima kabupaten di Sulbar masing-masing kerahkan 30 persenil TNI atau 1 SST. Khusus di Ibu Kota Mamaju, diturunkan 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi) sebanyak 100 personil. Adapun kekuatan Polda Sulbar sendiri sebanyak 1.800 orang.
Diketahui, Pilgub mendatang, ada tiga pasangan calon yang akan maju berlaga masing-masing Ali Baal Masdar atau ABM yang tidak lain adalah mantan Bupati Polewali Mandar berpasangan dengan Enny Anggraeni Anwar, istri dari mantan Gubernur Sulbar selama dua periode, Anwar Adnan Saleh, Suhardi Duka berpasangan dengan Kalma Katta dan dan Salim S Mengga berpasangan dengan Hasanuddin Mas'ud.
Baca juga:
Kapolri: Terjadi polarisasi masyarakat jelang pilkada serentak 2017
Hadiri temu ulama, Kapolri pesan jaga persatuan jelang Pilkada
Menko Polhukam minta tak ada demo saat minggu tenang pilkada
Polri ajak masyarakat hindari konflik jelang Pilkada
Ketua MPR harap Pilkada serentak tak mengorbankan suku dan ras
Polri imbau tidak ada aksi saat masa tenang kampanye
Diduga depresi kalah pilkades, bujangan di Palembang gantung diri