Pengakuan Sopir Calya Lawan Arah di Gunung Sahari, Takut Ditilang karena Tak Punya SIM dan Enggak Bawa STNK
Hafiz mengaku takut ditilang polisi karena tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) hingga Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Hafiz Mahendra (25), sopir Calya hitam akhirnya mengungkap alasannya nekat mengendarai mobil melawan arah di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Hafiz mengaku takut ditilang polisi karena tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) hingga Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
"Karena saya enggak bawa SIM, enggak punya SIM sama enggak bawa STNK, jadinya saya takut sama polisi, takutnya ditilang," kata Hafiz dalam video pengakuannya dikutip merdeka.com, Kamis (26/2).
Hafiz saat itu mengaku panik tidak mempunyai SIM dan membawa STNK sehingga nekat melawan arah dan menabrak pengendara motor dan mobil lain.
"Karena sudah lawan arah. Lawan arah sudah enggak bisa berhenti. Terus panik banget," ujar Hafiz.
Hendak ke Ancol
Selain tidak membawa surat berkendara lengkap, Hafiz mengaku nekat berkendara melawan arah karena tidak tahu jalan di wilayah tersebut. Dia mengatakan saat itu bareng pacar dari Surabaya terus ke Karawang hendak menuju Ancol.
"Habis dari beli dimsum terus kita mau lanjut ke Karawang, mau lanjut ke Ancol. Terus malah udah gitu," ujar Hafiz.
Sebelumnya, fakta baru terungkap dalam kasus pengemudi toyota Calya hitam melaju ugal-ugalan dan melawan arus di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Saat diamankan, pengemudi bernama Hafiz Mahendra (25) diketahui tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
“Betul belum ditemukan STNK dan SIM pengemudi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Kamis (26/2).