Pengakuan sandera Abu Sayyaf, diperlakukan baik dan tak ada siksaan
Selain itu tidak ada paksaan dan tidak ada tekanan apapun dalam ibadah.
Sejak Senin (2/5), Alfian Evis Repi (36), salah satu Anak Buah Kapal (ABK) korban penyanderaan kelompok militan di Filipina Abu Sayyaf, telah kembali berkumpul bersama keluarganya di kediamannya Jalan Swasembada Barat nomor 25, RT03/03 Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alfian kembali menjalani kehidupan sehari-hari.
Dia kembali menceritakan kisahnya ketika disandera kelompok Abu Sayyaf. Selama 37 hari disandera kelompok Abu Sayyaf, Alfian mengaku tidak pernah mendapat penyiksaan. Bahkan, dia juga mengaku diperlakukan dengan baik.
"Tidak ada. Semua diperlakukan dengan baik. Tidak ada yg dibeda-bedakan. Selain itu, tidak ada siksaan juga. Semua diperlakukan dengan baik selama kami di sana," ungkap Alfian saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (3/5).
Didampingi istrinya, Youla Repi Lasut (30), Alfian kembali menceritakan saat dia berpura-pura menjadi mualaf demi jaminan hidup. Sesungguhnya tidak ada keharusan atau paksaan untuk menjadi muslim, namun dia berfikir harus mencari cara agar tetap hidup. Salah satunya mengaku menjadi muslim dan ikut menjalankan ibadah salat berjamaah bersama kelompok Abu Sayyaf.
"Tidak ada paksaan, tidak ada tekanan apapun dalam ibadah. Kita mau salat silakan, enggak salat juga silakan. Tapi karena demi keselamatan kita bersama, nah itulah kita ikutin. Kalau waktu salat kita ikutin (salat) juga," kata Alfian.
Baca juga:
Sambut kedatangan Bayu Oktavianto di rumah, keluarga siapkan tumpeng
Pernah disandera Abu Sayyaf, Bayu Oktavianto tak kapok berlayar lagi
Buang sial, mantan sandera Abu Sayyaf menceburkan diri ke sungai
Bebas dari sandera Abu Sayyaf, Alvian senang bertemu keluarga
Ini sosok Mayjen (Purn) Kivlan Zein, kawan Prabowo pembebas sandera
Soal pembebasan 10 WNI, Jokowi tahu usai telepon Presiden Filipina
Kisah WNI disandera Abu Sayyaf, ngaku mualaf sampai lari di hutan