Pendapatan Petrosea (PTRO) Melonjak Rp14,82 Triliun di Tahun 2025
PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten afiliasi Prajogo Pangestu, mencatat kinerja impresif dengan lonjakan pendapatan Rp14,82 triliun di 2025. Simak detail pertumbuhan dan laba bersih perseroan yang signifikan ini.
PT Petrosea Tbk (PTRO), perusahaan yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu, berhasil membukukan pendapatan senilai 886,45 juta dolar AS sepanjang tahun 2025. Angka ini setara dengan Rp14,82 triliun, berdasarkan kurs Jisdor Rp16.720 per dolar AS. Kinerja keuangan yang solid ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan bagi perseroan.
Pendapatan tersebut mengalami peningkatan sebesar 28,32 persen secara tahunan (year on year/yoy), dibandingkan dengan pendapatan senilai 690,81 juta dolar AS yang tercatat pada tahun 2024. Data ini bersumber dari laporan keuangan Petrosea yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Pertumbuhan ini menggarisbawahi ekspansi bisnis yang berhasil dilakukan oleh perusahaan.
Kenaikan pendapatan ini didorong oleh berbagai segmen usaha perseroan yang menunjukkan performa positif. Peningkatan signifikan ini menjadi indikator kuat atas keberhasilan strategi bisnis Petrosea di tengah dinamika pasar. Laporan keuangan menunjukkan detail kontribusi dari setiap lini bisnis yang menopang pertumbuhan ini.
Kinerja Keuangan Petrosea Tumbuh Impresif di 2025
Sepanjang tahun 2025, PT Petrosea Tbk (PTRO) menunjukkan performa keuangan yang sangat memuaskan dengan pendapatan mencapai 886,45 juta dolar AS, atau sekitar Rp14,82 triliun. Angka ini merefleksikan pertumbuhan sebesar 28,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 690,81 juta dolar AS. Peningkatan ini didukung oleh berbagai aktivitas operasional perusahaan.
Seiring dengan lonjakan pendapatan, beban usaha langsung perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 28,93 persen (yoy), menjadi 774,23 juta dolar AS pada tahun 2025. Angka ini lebih tinggi dari 600,52 juta dolar AS pada tahun 2024. Namun, peningkatan beban ini sejalan dengan volume pekerjaan yang lebih besar.
Meskipun beban usaha meningkat, Petrosea berhasil mencatatkan laba kotor sebesar 112,22 juta dolar AS di tahun 2025, tumbuh 24,30 persen (yoy) dari 90,28 juta dolar AS pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan efisiensi operasional yang tetap terjaga. Laba bersih perseroan juga melonjak drastis, naik 197,02 persen (yoy) menjadi 28,8 juta dolar AS, setara dengan Rp481,66 miliar, dibandingkan 9,69 juta dolar AS pada tahun 2024.
Kontribusi Sektor Penambangan dan Konstruksi Dominan
Pendapatan PT Petrosea Tbk di tahun 2025 dikontribusikan secara signifikan oleh beberapa sektor utama bisnisnya. Penambangan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai 389,25 juta dolar AS. Sektor ini terus menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan, menunjukkan kuatnya posisi Petrosea di industri pertambangan.
Selain penambangan, konstruksi dan rekayasa juga memberikan kontribusi besar dengan pendapatan sebesar 379,74 juta dolar AS. Proyek-proyek di bidang ini terus berjalan dan memberikan hasil yang positif bagi perseroan. Kontribusi ini menandakan diversifikasi pendapatan yang sehat.
Sektor EPCI (Engineering, Procurement, Construction, and Installation) Minyak Bumi dan Gas Lepas Pantai menyumbang 32,86 juta dolar AS. Sementara itu, pendapatan jasa turut berkontribusi sebesar 30 juta dolar AS, dan pendapatan lain-lain tercatat senilai 2,5 juta dolar AS. Penjualan batu bara juga menyumbang 52,01 juta dolar AS, melengkapi portofolio pendapatan perusahaan.
Aset dan Ekuitas Petrosea Meningkat Signifikan
Per 31 Desember 2025, PT Petrosea Tbk melaporkan lonjakan signifikan pada jumlah asetnya, mencapai 1,58 miliar dolar AS. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 867,26 juta dolar AS yang tercatat pada akhir tahun 2024. Peningkatan aset ini mencerminkan ekspansi dan investasi yang dilakukan perusahaan.
Di sisi lain, jumlah liabilitas perseroan juga tercatat meningkat menjadi 1,27 miliar dolar AS pada akhir tahun 2025, dari 617,5 juta dolar AS pada akhir tahun 2024. Kenaikan liabilitas ini sejalan dengan pertumbuhan operasional dan kebutuhan pendanaan proyek-proyek besar. Pengelolaan liabilitas tetap menjadi fokus penting bagi Petrosea.
Meski demikian, total ekuitas perseroan juga menunjukkan peningkatan yang solid, mencapai 307,4 juta dolar AS pada akhir tahun 2025. Angka ini naik dari 249,75 juta dolar AS pada akhir tahun 2024. Kenaikan ekuitas ini memperkuat struktur permodalan perusahaan dan menunjukkan kesehatan finansial yang baik.
Sumber: AntaraNews