Pencarian Perahu Terbalik Serui Dihentikan, 16 Penumpang Masih Hilang
Operasi pencarian terhadap 16 penumpang perahu terbalik di Perairan Serui resmi dihentikan, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban yang masih menanti kabar.
Pada akhir tahun, musibah perairan kembali menyelimuti wilayah Papua, tepatnya di Perairan Serui. Operasi pencarian terhadap 16 penumpang yang hilang akibat insiden perahu terbalik telah resmi dihentikan oleh pihak berwenang. Keputusan ini diambil setelah upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh tim gabungan.
Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP Ardyan Ukie Hercahyo, mengonfirmasi penghentian pencarian tersebut sejak Rabu, 31 Desember. Insiden tragis ini terjadi pada Rabu malam, 24 Desember, ketika sebuah perahu yang mengangkut puluhan orang dihantam ombak besar dan angin kencang.
Perahu nahas tersebut diketahui sedang dalam perjalanan menuju Kampung Waindu, membawa 21 orang termasuk dua motoris, dengan tujuan merayakan Natal. Namun, kondisi cuaca ekstrem di perairan menyebabkan perahu kehilangan kendali dan akhirnya terbalik, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Kronologi Kecelakaan Perahu di Serui
Kecelakaan perahu yang mengguncang Perairan Serui terjadi pada malam hari, Rabu, 24 Desember. Perahu tersebut mengangkut total 21 individu, terdiri dari 19 penumpang dan dua motoris, yang berlayar menuju Kampung Waindu. Tujuan utama perjalanan ini adalah untuk bersama-sama merayakan hari raya Natal di kampung tersebut.
Namun, di tengah perjalanan, kondisi cuaca di laut tiba-tiba memburuk secara drastis. Perahu tersebut diterjang oleh ombak besar yang disertai dengan hembusan angin kencang yang sangat kuat. Situasi yang tidak terduga ini menyebabkan perahu kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik di tengah lautan.
Insiden tersebut menyebabkan kepanikan di antara para penumpang, yang sebagian besar tidak siap menghadapi kondisi darurat di perairan. Beberapa penumpang berjuang untuk menyelamatkan diri, sementara yang lain terombang-ambing di lautan lepas. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya pelayaran di tengah cuaca ekstrem.
Penemuan Korban Selamat dan Meninggal Dunia
Dalam upaya pencarian awal, tiga orang penumpang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh warga yang kebetulan melintas. Ketiga korban selamat tersebut diidentifikasi sebagai Husman dan Santi Runtini, keduanya merupakan paramedis di Puskesmas Waindu, serta Hengki Injoroweri, bendahara Kampung Waindu. Penemuan ini memberikan secercah harapan di tengah musibah.
Selain korban selamat, tim pencari juga berhasil menemukan dua jenazah korban dari insiden perahu terbalik tersebut. Jenazah pertama ditemukan pada Kamis, 25 Desember, sehari setelah kejadian nahas itu berlangsung. Penemuan jenazah kedua menyusul pada Rabu, 31 Desember, menambah daftar korban meninggal dunia.
Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP Ardyan Ukie Hercahyo, menjelaskan bahwa total lima orang korban telah berhasil ditemukan hingga saat ini. Dari jumlah tersebut, tiga orang ditemukan dalam kondisi hidup, sementara dua lainnya telah meninggal dunia, menyisakan 16 penumpang yang belum ditemukan dan nasibnya masih menjadi misteri.
Alasan Penghentian Operasi Pencarian
Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP Ardyan Ukie Hercahyo, secara resmi mengumumkan penghentian operasi pencarian terhadap 16 penumpang perahu terbalik. Penghentian ini mulai berlaku sejak Rabu, 31 Desember, setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian selama beberapa hari. Keputusan ini tentu saja membawa kekecewaan bagi keluarga korban yang masih berharap.
"Memang benar pencarian terhadap 16 penumpang perahu terbalik telah dihentikan sejak Rabu (31/12)," kata Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Ardyan Ukie Hercahyo. Penghentian operasi pencarian seringkali didasarkan pada evaluasi kondisi lapangan, kemungkinan korban ditemukan dalam keadaan hidup, serta batas waktu operasional standar yang telah ditetapkan.
Meskipun pencarian resmi dihentikan, pihak berwenang kemungkinan akan tetap memantau perkembangan dan menerima laporan jika ada penemuan baru oleh masyarakat. Keluarga korban diharapkan tetap tabah menghadapi situasi sulit ini dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan di lapangan.
Sumber: AntaraNews