Pencarian ABK KM Indo Perkasa 03: Basarnas Terus Sisir Perairan Aru
Basarnas Ambon melanjutkan operasi pencarian delapan ABK KM Indo Perkasa 03 yang hilang setelah kapal penangkap cumi itu tenggelam dihantam gelombang tinggi di Perairan Pulau Wasir, Kepulauan Aru, membuat pembaca penasaran akan nasib para korban.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Maluku, masih terus melanjutkan operasi SAR untuk menemukan delapan awak kapal KM Indo Perkasa 03. Kapal penangkap cumi tersebut dilaporkan tenggelam di Perairan Pulau Wasir, Kabupaten Kepulauan Aru, akibat hantaman gelombang tinggi. Insiden ini terjadi di wilayah yang dikenal memiliki kondisi cuaca ekstrem.
Peristiwa nahas ini dilaporkan terjadi pada Senin, 2 Februari, sekitar pukul 07.00 WIT. Informasi mengenai tenggelamnya kapal baru diterima Basarnas Ambon pada Rabu, 4 Februari, dari anggota TNI-AD di Korem Dobo atas nama Sertu Abdillah. Laporan awal menyebutkan ada 16 ABK di kapal tersebut.
Dari total ABK, delapan orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh KM Bahtera Alam, sementara delapan awak lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Mereka menjadi fokus utama pencarian tim SAR gabungan yang melibatkan berbagai unsur. Operasi pencarian akan dilanjutkan pada Kamis, 5 Februari, untuk menemukan para korban.
Kronologi Tenggelamnya KM Indo Perkasa 03
KM Indo Perkasa 03, sebuah kapal yang beroperasi sebagai penangkap cumi, mengalami musibah pada awal pekan ini. Kapal tersebut dihantam gelombang tinggi yang menyebabkan kapal tenggelam di perairan Pulau Wasir, Kabupaten Kepulauan Aru. Kondisi cuaca ekstrem menjadi faktor utama dalam insiden ini.
Meskipun kejadian berlangsung pada Senin pagi, informasi baru sampai ke Basarnas Ambon pada hari Rabu sekitar pukul 11.30 WIT. Sertu Abdillah dari Korem Dobo menjadi pihak pertama yang melaporkan insiden ini kepada otoritas SAR. Laporan yang terlambat ini sedikit menghambat respons awal.
Saat insiden terjadi, kapal membawa 16 anak buah kapal (ABK). Beruntungnya, delapan ABK berhasil diselamatkan oleh kapal lain, KM Bahtera Alam, yang berada di sekitar lokasi. Mereka kini dalam kondisi selamat dan telah dievakuasi dari area kejadian.
Namun, delapan ABK lainnya belum ditemukan dan nasibnya masih menjadi misteri. Nama-nama yang hilang termasuk Muhammad Bilal, Afrizal, Ahmad Fauzi, Febry Alziran Firmansah, Fransiskus, Mohamad Ridwan, Mohamad Nur Isnaeni, serta Wandi Salusi.
Upaya Pencarian dan Koordinasi Tim SAR Gabungan
Setelah menerima laporan, Tim Rescue Unit Siaga SAR Dobo bersama unsur gabungan segera dikerahkan menuju lokasi kejadian. Mereka bergerak ke koordinat 5°22'39.32"S - 134°16'06.94"E, yang berjarak sekitar 24 Nautical Mile dari Unit Siaga SAR Dobo. Pencarian dimulai pada Rabu siang sekitar pukul 11.48 WIT.
Tim SAR Gabungan kemudian berhasil bertemu dengan KM Sumber Rejeki Baru yang sedang menarik KM Indo Perkasa 03 sekitar pukul 12.55 WIT. Koordinasi intensif dilakukan dengan nakhoda kapal penarik untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut. Ini menjadi langkah penting dalam memahami situasi.
Pencarian di sekitar lokasi kejadian dilanjutkan hingga sore hari, namun belum membuahkan hasil. Tidak ada tanda-tanda keberadaan delapan korban yang hilang ditemukan oleh tim di lapangan. Kondisi perairan yang luas menjadi tantangan tersendiri bagi operasi ini.
Informasi terbaru menyebutkan bahwa pihak perusahaan pemilik kapal akan berlayar menuju lokasi untuk melakukan proses penarikan kapal, membalikkan bangkai kapal, serta melakukan penyelaman. Operasi SAR direncanakan akan dilanjutkan pada Kamis, 5 Februari, dengan harapan menemukan korban.
- Delapan ABK yang masih dalam pencarian adalah: Muhammad Bilal, Afrizal, Ahmad Fauzi, Febry Alziran Firmansah, Fransiskus, Mohamad Ridwan, Mohamad Nur Isnaeni, serta Wandi Salusi.
- Sementara itu, delapan ABK yang berhasil diselamatkan adalah: Nari, Aditya Saputra, Agung Muhammad, Andriyanus, Imam, Liadi, Muhammad Panji, serta Zainudin (selaku nakhoda kapal).
Sumber: AntaraNews