Pencanangan Program Sekolah Sehat Terpadu Gorontalo, Upaya Pencegahan Stunting Sejak Dini
Pemerintah Provinsi Gorontalo meluncurkan program Sekolah Sehat Terpadu Gorontalo bersama lintas sektor, berfokus pada edukasi gizi dan kesehatan untuk menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi Gorontalo telah mencanangkan program inovatif bernama Sekolah Sehat Terpadu di SMA Negeri 2 Limboto, Kabupaten Gorontalo. Inisiatif ini merupakan kolaborasi strategis antara Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, dan Universitas Gorontalo.
Program ini dirancang sebagai upaya konkret dalam pencegahan serta penurunan prevalensi stunting di wilayah Provinsi Gorontalo. Sinergi lintas sektor diharapkan dapat membangun generasi yang lebih sehat sejak usia sekolah.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Erni Nuraini Mansur, menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting. Pencanangan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Gizi Nasional 2026 tingkat Provinsi Gorontalo.
Kolaborasi Pentaheliks untuk Generasi Sehat
Erni Nuraini Mansur menekankan pentingnya sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan perguruan tinggi. Pendekatan pentaheliks ini dianggap sangat efektif dalam membentuk generasi yang sehat.
Kegiatan Sekolah Sehat dan edukasi gizi ini diharapkan mampu menurunkan prevalensi stunting di Gorontalo secara signifikan. Apresiasi positif telah datang dari dinas pendidikan dan perguruan tinggi terhadap inisiatif ini.
Peluncuran edukasi gizi secara serentak dijadwalkan pada 27 Januari 2026 di enam kabupaten/kota. Program ini akan menjangkau berbagai sekolah, baik umum maupun keagamaan, yang menjadi lokus penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penguatan UKS dan Perjanjian Kerja Sama
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo (FKM Unigo), Rahmawati, menjelaskan bahwa pencanangan Sekolah Sehat Terpadu melibatkan empat sekolah. Sekolah-sekolah tersebut juga menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan FKM Unigo.
Empat sekolah yang terlibat adalah SMA Negeri 2 Limboto, SMK Muhammadiyah Limboto, SMA Negeri 1 Mootilango, dan SMA Boliyohuto. PKS ini bertujuan untuk memperkuat peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.
Kepala SMA Negeri 2 Limboto, Maryam Ul, menyambut baik dan mengapresiasi program ini. Pihaknya menegaskan komitmen penuh sekolahnya untuk mendukung pelaksanaan program demi mewujudkan UKS paripurna.
Inisiatif Pendukung dan Edukasi Komprehensif
Meskipun SMA Negeri 2 Limboto belum menjadi penerima Program Makan Bergizi Gratis, sekolah ini telah aktif melaksanakan berbagai kegiatan pendukung gizi. Inisiatif tersebut meliputi program sarapan pagi dan kerja sama dengan puskesmas untuk pemberian vitamin bulanan.
Selain itu, penataan lingkungan sekolah juga menjadi fokus sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan seluruh warga sekolah. Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan dalam menciptakan ekosistem sekolah yang mendukung kesehatan optimal.
Rangkaian kegiatan pencanangan juga diisi dengan edukasi mengenai anemia, Kurang Energi Kronis (KEK), serta pedoman gizi seimbang bagi remaja putri. Pembagian leaflet, buah, minum Tablet Tambah Darah (TTD) serentak, dan pengukuran status gizi anak sekolah turut melengkapi program ini.
Penandatanganan kerja sama antara Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo dengan FKM Unigo, serta antara FKM Unigo dengan empat sekolah lokus, juga menjadi bagian penting dari acara ini.
Sumber: AntaraNews