Penambang Pasir Semeru Tertimbun APG, Alami Luka Bakar Serius dan Kritis
Seorang penambang pasir di Lumajang mengalami luka bakar parah setelah tertimbun material awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, kini dirawat intensif di rumah sakit dalam kondisi kritis.
Seorang penambang pasir bernama Veri Irawan (33), warga Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD dr Haryoto Lumajang. Ia mengalami luka bakar serius setelah tertimbun sisa material awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Kondisinya dilaporkan kritis akibat luasnya luka bakar yang diderita serta risiko gangguan pada organ vital.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini terjadi saat korban bersama sejumlah rekannya melakukan aktivitas penambangan pasir secara manual. Mereka menambang di kawasan aliran lahar Gunung Semeru pada Jumat (19/6) malam.
Saat berada di lokasi penambangan di bawah Jembatan Gladak Perak pada Sabtu dini hari, tumpukan material pasir yang masih menyimpan suhu panas tinggi tiba-tiba longsor. Material tersebut kemudian menimpa tubuh korban, menyebabkan luka bakar parah yang mencapai 80 persen.
Kronologi Insiden Penambangan Pasir Semeru
Veri Irawan bersama sekitar 16 penambang lainnya berangkat bekerja pada malam hari untuk menambang pasir secara manual. Aktivitas penambangan ini dilakukan di area aliran lahar Gunung Semeru, tepatnya di bawah Jembatan Gladak Perak.
Pada Sabtu dini hari, saat aktivitas penambangan berlangsung, tebing pasir di dekat lokasi korban bekerja tiba-tiba ambrol. Longsoran material pasir yang masih panas tersebut langsung menimpa tubuh Veri Irawan. Rekan-rekan korban yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi Veri ke rumah sakit untuk penanganan medis darurat.
Insiden ini terjadi setelah Gunung Semeru dilaporkan erupsi disertai awan panas guguran pada Jumat (19/6) pukul 07.21 WIB dengan jarak luncur sejauh 4,5 km ke arah Besuk Kobokan. APG Semeru kembali terjadi pada Sabtu pukul 03.01 WIB, namun jarak luncurnya tidak diketahui karena tertutup kabut.
Kondisi Terkini dan Penanganan Medis Intensif
Wakil Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang, Wawan Arwijanto, menyatakan bahwa korban telah mendapatkan penanganan medis intensif sejak tiba di rumah sakit. Luka bakar yang dialami Veri Irawan sangat parah, mencapai lebih dari 80 persen, kondisi ini tergolong sangat berat dan membahayakan jiwa.
Tim medis telah melakukan serangkaian tindakan, termasuk operasi untuk membersihkan luka bakar, pemasangan akses cairan guna menjaga kondisi tubuh pasien, serta pemberian bantuan pernapasan. Langkah ini diambil karena ada kekhawatiran terjadinya cedera akibat paparan udara panas yang terhirup korban.
Wawan menjelaskan bahwa korban masih berada dalam kondisi kritis dan membutuhkan pengawasan ketat. Selain kerusakan pada kulit, tim medis juga mewaspadai kemungkinan gangguan pada saluran pernapasan akibat menghirup udara panas serta gangguan fungsi ginjal karena kehilangan cairan dalam jumlah besar. Pihak rumah sakit berupaya maksimal memberikan penanganan medis dan memohon doa dari masyarakat agar kondisi pasien dapat membaik.
Bahaya Penambangan di Kawasan Rawan Erupsi Semeru
Insiden yang menimpa Veri Irawan menyoroti bahaya aktivitas penambangan pasir secara manual di kawasan aliran lahar Gunung Semeru. Material vulkanik, meskipun sudah mengendap, masih dapat menyimpan suhu panas tinggi yang sangat berbahaya jika bersentuhan langsung dengan kulit.
Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas di zona terlarang, khususnya di radius 13 kilometer dari puncak Semeru. Status aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini masih bertahan di Level III (Siaga), menunjukkan bahwa kewaspadaan tinggi tetap diperlukan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Imbauan ini juga berlaku untuk potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Sumber: AntaraNews