Pemprov Kaltara dan Dunia Usaha Bersinergi Tekan Kemiskinan Melalui Job Fair 2025
Wakil Gubernur Kaltara mendorong sinergi Kaltara tekan kemiskinan dengan menggelar job fair 2025, membuka ratusan peluang kerja. Simak bagaimana upaya ini diharapkan mengurangi angka pengangguran.
Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, secara aktif mendorong kolaborasi antara pemerintah provinsi dan sektor swasta. Sinergi ini bertujuan utama untuk menekan angka kemiskinan di wilayah tersebut. Upaya konkret dilakukan melalui penyelenggaraan bursa kerja (job fair) tahun 2025.
Acara penting ini berlangsung di Gedung Wanita Tanjung Selor, dimulai pada Kamis, 20 November 2025. Job fair dijadwalkan selama dua hari, hingga 21 November 2025. Kegiatan ini menjadi platform vital bagi pencari kerja di Kaltara.
Sebanyak 28 perusahaan dari berbagai sektor turut berpartisipasi dalam acara ini. Mereka menyediakan sekitar 787 lowongan kerja yang siap diisi. Job fair ini diharapkan dapat mempertemukan talenta lokal dengan peluang karir yang tersedia.
Job Fair sebagai Jembatan Antara Pencari Kerja dan Perusahaan
Wagub Ingkong Ala menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltara. Ia juga berterima kasih kepada seluruh perusahaan yang mendukung penuh kegiatan ini. "Terima kasih atas atensi dan partisipasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini," kata Ingkong. Ia berharap job fair berjalan lancar dan efektif.
Kegiatan bursa kerja ini memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Khususnya, job fair memperluas akses informasi dan peluang kerja bagi masyarakat. Ini memudahkan warga mendapatkan gambaran jelas tentang kualifikasi industri.
Melalui job fair, pencari kerja dapat menentukan posisi yang sesuai kompetensi mereka. Di sisi lain, perusahaan juga terbantu mendapatkan tenaga kerja tepat dan berkualitas. Proses rekrutmen menjadi lebih cepat dan efisien bagi semua pihak.
Prioritas Tenaga Kerja Lokal dan Data Pasar Kerja
Ingkong Ala berharap investasi yang masuk ke Kaltara di masa depan akan memprioritaskan tenaga kerja terlatih dari provinsi itu. Hal ini sejalan dengan target Pemprov Kaltara untuk terus menurunkan tingkat pengangguran. Penggunaan tenaga kerja lokal menjadi kunci utama dalam strategi ini.
Bagi pemerintah, job fair juga memberikan data penting mengenai kondisi pasar kerja. Data ini mencakup tingkat pendidikan, kelompok umur, serta jenis pekerjaan yang tersedia. Informasi ini sangat berguna untuk perumusan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih tepat sasaran.
Wagub menekankan bahwa seluruh proses seleksi dan penempatan harus sesuai peraturan perundang-undangan. Ini untuk memastikan kegiatan memberikan manfaat maksimal bagi pencari kerja. Transparansi dan keadilan menjadi prioritas utama.
Ingkong Ala mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kemampuan diri dan memperkuat keterampilan. "Saya mengajak kita semua untuk terus meningkatkan kemampuan diri, memperkuat keterampilan dan membuka diri terhadap perubahan positif," ujarnya. Tujuannya adalah memperbaiki perekonomian keluarga dan berkontribusi menekan angka pengangguran serta kemiskinan di daerah ini.
Sumber: AntaraNews