Pemprov Jakarta Waspadai Dampak El Nino, Pangan dan ISPA Jadi Ancaman Utama
Pemprov DKI Jakarta telah menggelar rapat khusus guna merumuskan langkah antisipatif menghadapi El Nino.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mewaspadai dampak fenomena iklim El Nino yang diprediksi terjadi mulai pertengahan April hingga September 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut ada dua isu utama yang menjadi perhatian, yakni terkait ketersediaan pangan dan kesehatan masyarakat.
“Jadi untuk El Nino, kalau memang sesuai dengan prediksi BMKG, mulai pertengahan April sampai dengan September, yang paling akan menjadi isu utama ada dua. Yang pertama yang menyangkut ketersediaan pangan. Karena pasti ada beberapa yang mengalami problem,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/4).
Ancaman Pangan dan ISPA
Menurut dia, gangguan pada sektor pangan berpotensi memicu kenaikan harga akibat terganggunya produksi dan distribusi. Dia menyebut bahwa Pemprov DKI Jakarta mulai mengantisipasi kemungkinan tersebut agar tidak berdampak signifikan pada masyarakat.
Selain pangan, Pramono juga menyoroti potensi peningkatan gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang kerap meningkat saat musim kering berkepanjangan.
“Yang kedua adalah masalah kesehatan. Terutama hal yang berkaitan dengan ISPA dan sebagainya, dan sebagainya,” kata Pramono.
Pramono menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta telah menggelar rapat khusus guna merumuskan langkah antisipatif menghadapi El Nino. Pramono berujar akan mengedepankan langkah pencegahan dibandingkan penanganan saat dampak sudah terjadi di lapangan.
“Kebetulan kita juga sudah rapat khusus untuk itu, antisipasi untuk menghadapi El Nino bagi Pemerintah DKI Jakarta kita akan apa ya tindakan preventif lebih baik daripada kejadian di lapangan,” ucap Pramono.