Pemprov Aceh berencana kumpulkan benda bersejarah yang tersebar
Mereka menyatakan menargetkan pemulangan benda bersejarah di Jakarta dan Belanda.
Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Museum Negeri Aceh berusaha memulangkan sejumlah benda bersejarah tentang Aceh, yang berada di luar negeri maupun luar daerah. Kepala Disbudpar Aceh, Reza Fahlevi mengatakan, wacana pemulangan benda bersejarah ini tengah dibahas dan perencanaan.
Kendati berhasil dipulangkan, Reza menyatakan hal lebih penting adalah soal proses perawatan. "Soal pemulangan benda bersejarah akan kita rintis, tetapi ide itu bukan soal hanya pemulangan, setelah pemulangan kita tidak bisa menjaga dengan baik untuk apa, biarkan saja di sana dulu," kata Reza Fahlevi di Banda Aceh, Kamis (30/7).
Hal terpenting pemulangan benda bersejarah itu, lanjut Reza, buat menumbuhkan minat generasi muda mencintai museum dan benda bersejarah. Pihak museum dan pemerintah setempat kini berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanannya, terutama memulai proses digital dari benda-benda bersejarah itu.
"Secara bertahap, koleksi tidak baru tetapi cara penyajiannya yang baru yaitu salah satunya mendigitalisasinya sesuai perkembangan zaman," ucap Reza.
Buat mendapatkan benda-benda bersejarah tentang Aceh, ujar Reza, mereka menelusuri sebagian berada di Museum Nasional dan sejumlah benda purbakala tentang Aceh tersimpan di Belanda. Pihaknya sekarang sedang menjajaki kerjasama buat mendapatkan jalan keluar mendapatkan relik itu.
Baca juga:
Antre buang sial di pancuran Tirta Empul Istana Tampaksiring
Sejarah tradisi wanita melamar pria di Lamongan
Jejak saudagar Arab dan Malaysia di Kampung Melayu
Terminal Kampung Melayu peninggalan Belanda
Raden Sungging, ulama sakti bangkit dari kubur