Pemkot Makassar Tegaskan Peran Keluarga Kunci Jaga Lingkungan Hidup
Pemkot Makassar menyerukan pentingnya peran keluarga dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama aksi nyata memilah sampah, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menekankan bahwa pelestarian lingkungan hidup berawal dari keluarga dan komunitas. Upaya ini diwujudkan melalui gerakan nyata memungut serta memilah sampah di ruang publik.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya kesadaran dari lingkup terkecil, yaitu diri sendiri dan keluarga. Pernyataan ini disampaikan saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Kegiatan jalan sehat sambil memungut sampah menjadi momentum untuk menggerakkan partisipasi masyarakat. Ini juga menjadi kampanye nyata untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan.
Membangun Kesadaran Lingkungan dari Lingkup Keluarga
Wali Kota Munafri Arifuddin secara tegas menyatakan bahwa upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan harus dimulai dari lingkup terkecil. Hal ini berarti dari diri sendiri dan keluarga.
"Kita memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk terus menjaga kebersihan. Perubahan besar dalam menjaga bumi tidak akan terwujud tanpa adanya kesadaran dan kebiasaan baik yang dibangun dari rumah tangga," kata Munafri Arifuddin. Pernyataan ini disampaikan saat menggelar jalan sehat di Makassar.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kota Makassar bukan sekadar kegiatan seremonial. Acara ini dirancang sebagai momentum penting untuk menggerakkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam aksi nyata pelestarian lingkungan.
Munafri Arifuddin menyoroti bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya bergantung pada program-program pemerintah. Ia menekankan bahwa kekuatan komunitas di tingkat bawah yang konsisten membangun budaya hidup bersih menjadi faktor penentu utama.
Aksi Nyata Pemilahan Sampah dan Gambaran Kondisi Lingkungan
Kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan Pemkot Makassar secara efektif menggabungkan aktivitas olahraga dengan aksi peduli lingkungan. Inisiatif ini menjadi bentuk kampanye nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kesadaran ini sangat penting terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi pencemaran akibat sampah.
Hasil dari kegiatan jalan sehat tersebut memberikan gambaran jelas mengenai kondisi lingkungan Kota Makassar. Data menunjukkan masih tingginya volume sampah yang ditemukan di ruang publik. Hal ini mengindikasikan bahwa masalah sampah masih menjadi tantangan serius yang perlu ditangani bersama.
Berdasarkan proses pemilahan dan penimbangan yang dilakukan, data sampah yang terkumpul cukup beragam. Sampah organik berhasil dikumpulkan sebanyak 35,12 kilogram, sedangkan sampah anorganik mencapai 30,34 kilogram.
Selain itu, sampah residu yang tidak dapat didaur ulang tercatat sebanyak 69,43 kilogram. Yang lebih mengkhawatirkan, sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) juga ditemukan, dengan total 4,10 kilogram. Angka-angka ini menunjukkan kompleksitas masalah sampah yang harus segera diatasi.
Dorongan Pemkot Makassar untuk Partisipasi Masyarakat
Data komprehensif dari kegiatan pemilahan sampah tersebut menjadi indikator kuat bahwa persoalan sampah di Makassar memerlukan perhatian serius. Keterlibatan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menanggulangi masalah ini. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh warga.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkot Makassar terus menggalakkan gerakan peduli lingkungan. Masyarakat didorong untuk membiasakan diri memilah dan membuang sampah pada tempatnya. Edukasi dan implementasi nyata menjadi kunci utama dalam upaya ini.
Upaya Pemkot Makassar ini menunjukkan komitmen serius dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Diharapkan, kesadaran kolektif akan tumbuh dan menghasilkan dampak positif jangka panjang bagi kelestarian lingkungan Kota Makassar. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, visi Makassar yang hijau dan berkelanjutan dapat terwujud, memberikan warisan berharga bagi generasi mendatang.
Sumber: AntaraNews