Pemkot Kediri Siapkan 32 Ton Beras untuk Program ATM Beras Kediri, Sasar Ribuan Warga Miskin
Pemerintah Kota Kediri mengalokasikan 32 ton beras untuk program ATM Beras Kediri, menyasar 4.285 warga miskin yang belum menerima bantuan pusat. Bagaimana mekanisme penyalurannya dan siapa saja penerimanya?
Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, telah menyiapkan sebanyak 32 ton beras yang akan didistribusikan kepada warga miskin. Beras ini dialokasikan untuk program ATM Beras yang tersebar di seluruh wilayah kota tersebut. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttaqin, menjelaskan bahwa 32 ton beras tersebut diperuntukkan bagi periode penyaluran tahun 2026. Saat ini, pihaknya tengah aktif melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh mesin ATM Beras yang ada di setiap kelurahan. Upaya ini memastikan kelancaran distribusi bantuan kepada para penerima yang berhak.
Program ATM Beras ini telah berjalan selama setahun dan menargetkan masyarakat dengan kategori desil 1 hingga 4. Kategori ini mencakup warga yang belum pernah menerima bantuan dari pemerintah pusat, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH). Pada tahun 2026 ini, Pemerintah Kota Kediri telah menetapkan jumlah penerima sebanyak 4.285 orang yang tersebar di seluruh kelurahan.
Mekanisme Penyaluran dan Target Penerima ATM Beras Kediri
Pemerintah Kota Kediri telah mengidentifikasi 4.285 warga sebagai penerima manfaat program ATM Beras pada tahun 2026. Mereka adalah warga yang tergolong desil 1 sampai 4 dan belum tersentuh bantuan sosial dari pemerintah pusat, seperti BPNT atau PKH. Program ini dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan bantuan pangan.
Untuk mendukung kelancaran distribusi, Pemkot Kediri memiliki 46 mesin ATM Beras yang ditempatkan di setiap kantor kelurahan. Khusus di Kelurahan Pocanan, mesin ATM Beras ditempatkan di depan rumah dinas Wali Kota Kediri. Imam Muttaqin menyebutkan bahwa belum ada rencana penambahan mesin ATM Beras, kecuali jika terjadi peningkatan jumlah penerima di masa mendatang.
Mekanisme pengambilan beras dibuat praktis, menyerupai penarikan uang tunai di ATM perbankan. Penerima hanya perlu menempelkan kartu pada mesin tanpa perlu memasukkannya. Setiap penerima akan mendapatkan jatah 5 liter beras per bulan, dengan satu kali pengambilan. Pemerintah juga memberikan jadwal pengambilan yang berlangsung selama sepekan untuk fleksibilitas.
Apabila penerima mengalami kendala teknis atau berhalangan hadir pada jadwal yang ditentukan, mereka dapat melapor ke kantor kelurahan. Dinas Sosial akan memfasilitasi pengambilan beras secara manual dalam kasus tersebut. Imam Muttaqin juga mengimbau agar beras yang diberikan tidak diperjualbelikan, mengingat bantuan ini bertujuan untuk menunjang kebutuhan pokok masyarakat miskin.
Pemantauan dan Harapan Keberlanjutan Program
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttaqin, memastikan bahwa semua mesin ATM Beras telah berfungsi normal setelah dilakukan monitoring dan evaluasi. “Alhamdulillah untuk saat ini kita juga sudah melakukan monitor evaluasi ke masing-masing mesin ATM di setiap kelurahan. Hari Jumat lalu kami sempat menemukan beberapa mesin mengalami masalah, tapi hari ini kita pastikan semuanya sudah berjalan normal,” katanya kepada wartawan di Kediri, Senin.
Pemantauan rutin ini merupakan bagian integral dari komitmen Pemerintah Kota Kediri untuk memastikan program berjalan efektif. Kendala teknis yang sempat ditemukan pada beberapa mesin telah ditangani dengan cepat. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas layanan program ATM Beras Kediri.
Pemerintah Kota Kediri berharap program ATM Beras ini dapat dimanfaatkan secara bijak oleh masyarakat penerima. Tujuannya adalah untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga miskin. Keberlanjutan program ini akan terus dievaluasi, termasuk kemungkinan penyesuaian jika jumlah penerima mengalami perubahan signifikan.
Program ini menjadi salah satu pilar penting dalam upaya Pemerintah Kota Kediri untuk mewujudkan kesejahteraan sosial. Dengan distribusi beras yang terstruktur dan pemantauan yang ketat, diharapkan bantuan ini dapat tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sumber: AntaraNews