LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemkot Bekasi Tidak Akan Cabut PSBB Selama Virus Corona Masih Ada

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pemerintah daerah tidak akan mencabut kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama penyebaran virus corona masih ditemukan di wilayahnya.

2020-06-08 02:00:00
Corona di Indonesia
Advertisement

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pemerintah daerah tidak akan mencabut kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama penyebaran virus corona masih ditemukan di wilayahnya. Tapi, kebijakan ini telah dilonggarkan menuju tatanan kehidupan baru atau new normal.

"Payung hukum untuk menanggulangi, memutus mata rantai harus ada pembatasan sosial (PSBB)," kata Rahmat Effendi pada Minggu (7/6).

Jika PSBB dicabut, maka pemerintah tak memiliki payung hukum lagi penanggulangan. Misalnya untuk berkoordinasi dengan pemerintahan di level lebih atas, pengadaan obat maupun alat untuk penanganan kasus Covid-19.

Advertisement

"Jadi PSBB itu tetap ada, mau dibikin skalanya mikro harus ada, karena itu payung hukum," kata dia.

Karena itu, pemerintah memperpanjang status PSBB sampai dengan 2 Juli mendatang. Alasannya, penyebaran virus masih terjadi di masyarakat walaupun melandai dan cenderung dapat dikendalikan.

"Kecuali sudah dinyatakan hijau, enggak ada virus, itu PSBB dicabut," kata dia.

Advertisement

Meski ada perpanjangan, kata dia, pemerintah memberikan kelonggaran berdasarkan analisa penyebaran virus. Menurut dia tingkat reproduksi virus sekarang di Kota Bekasi berada di bawah angka satu. Artinya, satu pasien hanya berpotensi menularkan kepada satu orang.

"Sekarang statusnya adaptasi tatanan hidup baru masyarakat produktif melawan Covid-19," kata dia.

Adaptasi ini dengan menghidupkan kembali perekonomian di masyarakat dengan kebiasaan baru. Pusat perniagaan di luar makanan mulai diizinkan beroperasi kembali setelah tutup lebih dari dua bulan. Ia tak khawatir adanya kasus baru, karena sudah ada persiapan perihal fasilitas kesehatannya.

"Saya punya swab, rapid, ada rumah sakit. Kalau kita ngurusin ini aja, ekonomi tidak dibangun, harus ada keberanian, kita bangun ekonominya," ucap Rahmat Effendi.

Baca juga:
Masuk PSBB Transisi, Sebagian Pegawai Kemenkeu Sudah Bekerja di Kantor
Risma Usulkan PSBB di Surabaya Tidak Diperpanjang
Setelah Diperpanjang Dua Kali, Ini 4 Fakta Terbaru Surabaya Raya Ingin Akhiri PSBB
Ganjil Genap Motor Berlaku Tergantung Evaluasi Minggu Pertama PSBB Transisi
Bioskop, Karaoke dan Arena Bermain Anak di Mal Belum Beroperasi pada 15 Juni
PSBB Transisi, CFD Masih Ditiadakan

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.