Pemkab Magetan Rutin Vaksinasi PMK Ternak, Targetkan Bebas Penyakit Mulut dan Kuku
Pemerintah Kabupaten Magetan secara konsisten melaksanakan vaksinasi PMK pada ternak sapi dan kambing untuk mencegah penularan Penyakit Mulut dan Kuku serta memulihkan populasi ternak yang sempat menurun drastis.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur, secara rutin menggalakkan program vaksinasi bagi ternak sapi dan kambing di wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan efektif terhadap penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang berpotensi merugikan sektor peternakan.
Kegiatan vaksinasi yang dikoordinasikan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ini tidak hanya bersifat reaktif, melainkan telah menjadi agenda rutin. Tujuannya adalah memastikan setiap ternak ruminansia yang rentan terhadap PMK mendapatkan perlindungan maksimal dari wabah tersebut.
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menegaskan komitmen Pemkab dalam menjaga kesehatan ternak. "Vaksinasi tidak hanya dilakukan saat ada laporan, tetapi sudah menjadi kegiatan rutin. Kami memastikan Pemkab Magetan siap akan ketersediaan vaksinasi dan semua ternak peka PMK mendapat perlindungan penuh," ujar Wabup Suyatni saat pelantikan pengurus DPD Juru Sembelih Halal (Juleha) Indonesia Kabupaten Magetan.
Komitmen Vaksinasi PMK untuk Pemulihan Populasi Ternak
Program vaksinasi PMK di Magetan mendapatkan dukungan penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta APBD Provinsi Jawa Timur. Dengan adanya dukungan finansial ini, kegiatan vaksinasi diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan hingga Indonesia secara resmi dinyatakan bebas dari PMK.
Magetan, yang sebelumnya dikenal sebagai sentra ternak sapi, sempat mengalami penurunan populasi yang signifikan akibat wabah PMK. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2020, populasi sapi mencapai 112.000 ekor, namun saat ini jumlahnya menyusut drastis hingga tersisa sekitar 68.000 ekor.
Penurunan populasi ini disebabkan oleh trauma peternak yang enggan kembali berinvestasi di sektor peternakan sapi. Wabup Suyatni, atau akrab disapa Kang Suyat, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh penanganan PMK di masa awal yang belum optimal, terutama dari sisi ketersediaan vaksinasi, sehingga banyak ternak yang mati.
Strategi Pemkab Magetan Membangun Kembali Kepercayaan Peternak
Meskipun sempat menghadapi tantangan berat, Wakil Bupati Magetan memastikan bahwa Pemkab saat ini telah siap sepenuhnya untuk mengatasi penyakit PMK. Kesiapan ini didukung oleh ketersediaan vaksin PMK yang mencukupi, menjadi salah satu pilar utama dalam strategi pemulihan.
Selain program vaksinasi PMK yang masif, Pemkab Magetan juga berinovasi dengan menggagas pembangunan pasar hewan percontohan di Kecamatan Parang. Pasar ini akan dilengkapi dengan fasilitas skrining kesehatan hewan yang canggih, memastikan setiap ternak yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan bebas penyakit.
Upaya lain yang dilakukan Pemkab Magetan adalah meningkatkan populasi ternak ruminansia besar di wilayahnya melalui program inseminasi buatan (IB). Langkah ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan mencapai swasembada daging, sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk beternak sapi dengan aman dan nyaman.
Inisiatif ini semakin memperkuat komitmen Pemkab Magetan dalam menjaga kualitas serta keamanan pangan hewani. Dengan demikian, diharapkan sektor peternakan di Magetan dapat bangkit kembali dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah dan nasional.
Sumber: AntaraNews