Pemkab Mabar Ingatkan CPNS dan PPPK Manggarai Barat Jadi Teladan Pelayanan Publik
Wakil Bupati Manggarai Barat ingatkan 168 CPNS dan PPPK Manggarai Barat yang baru menerima SK untuk menjadi teladan pelayanan publik dan berintegritas. Simak pesan lengkapnya!
LABUAN BAJO – Wakil Bupati Manggarai Barat (Mabar), Yulianus Weng, baru-baru ini memberikan pesan penting kepada para calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang baru menerima surat keputusan (SK) pengangkatan. Beliau menegaskan bahwa para abdi negara ini harus menjadi teladan utama dalam memberikan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat. Pesan ini disampaikan dalam acara penyerahan SK CPNS dan PPPK tahap II Formasi Tahun 2024 di Labuan Bajo.
Dalam kesempatan tersebut, Yulianus Weng mengingatkan seluruh CPNS dan PPPK Manggarai Barat untuk selalu menjunjung tinggi etika serta profesionalisme dalam setiap tugas yang diemban. Ia menekankan bahwa status mereka bukan hanya sekadar pegawai pemerintah, melainkan juga representasi wajah Manggarai Barat di mata publik. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kesabaran para pegawai yang telah berhasil melewati serangkaian proses seleksi yang panjang dan ketat. Penantian panjang untuk menjadi bagian dari aparatur sipil negara (ASN) kini telah terbayar lunas dengan diterimanya SK pengangkatan. Wakil Bupati menyampaikan selamat dan profisiat atas pencapaian ini.
Membangun Integritas dan Profesionalisme ASN
Wakil Bupati Yulianus Weng secara khusus menekankan pentingnya integritas dan disiplin bagi setiap ASN dalam menjalankan tugas negara. SK pengangkatan yang diterima bukanlah sekadar simbol status, melainkan sebuah komitmen kuat untuk mengabdi dengan penuh rasa tanggung jawab kepada masyarakat Manggarai Barat. Setiap CPNS dan PPPK diharapkan mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
Ia juga mengingatkan bahwa etika kerja dan profesionalisme adalah fondasi utama dalam bekerja sebagai aparatur sipil negara di wilayah Manggarai Barat. Dengan menjaga etika dan profesionalisme, diharapkan pelayanan publik dapat berjalan optimal dan sesuai dengan harapan masyarakat. Ini menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Para CPNS dan PPPK diminta untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan dan mengabdi dengan sepenuh hati. Yulianus Weng berpesan agar gaji pertama yang diterima dapat digunakan secara bijak, bahkan disumbangkan sebagai bentuk terima kasih kepada Tuhan. Semangat kebersamaan ini diharapkan dapat terus membangun Manggarai Barat yang semakin mantap ke depannya.
Komitmen Pengabdian dan Konsekuensi Aturan
Meskipun SK pengangkatan berlaku untuk jangka waktu lima tahun, Wakil Bupati Yulianus Weng menegaskan bahwa ada konsekuensi serius jika terjadi pelanggaran aturan. ASN yang terbukti melanggar dapat diberhentikan dari jabatannya sebelum masa berlaku SK berakhir. Hal ini menjadi pengingat penting akan tanggung jawab besar yang melekat pada setiap posisi ASN.
Selain itu, para ASN juga harus siap sedia untuk ditempatkan di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Barat sesuai dengan kebutuhan organisasi. Fleksibilitas penempatan ini merupakan bagian dari komitmen pengabdian kepada daerah. Kesediaan untuk ditempatkan di mana saja menunjukkan dedikasi tinggi terhadap pembangunan dan pelayanan di seluruh pelosok Manggarai Barat.
Pesan ini menggarisbawahi bahwa status sebagai ASN membawa serta tuntutan akan kepatuhan terhadap regulasi dan kesiapan untuk beradaptasi. Dengan demikian, diharapkan seluruh CPNS dan PPPK dapat menjalankan tugasnya dengan penuh integritas, disiplin, dan loyalitas demi kemajuan Manggarai Barat.
Penguatan Sumber Daya Manusia untuk Pembangunan Daerah
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDM) Manggarai Barat, Thomas Faran, melaporkan bahwa total 168 pegawai telah berhasil lulus seleksi dan ditetapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah aparatur sipil negara yang akan berkontribusi di berbagai sektor penting.
Rincian pegawai yang lulus seleksi meliputi 71 tenaga guru, 14 tenaga kesehatan, dan 83 tenaga teknis. Selain itu, terdapat pula dua lulusan dari sekolah kedinasan Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) yang akan memperkuat jajaran pemerintahan daerah. Komposisi ini mencerminkan kebutuhan Manggarai Barat akan SDM yang beragam dan berkualitas.
Kegiatan penyerahan SK ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam memperkuat sumber daya manusia di bidang pendidikan, kesehatan, dan teknis. Penguatan ini menjadi fondasi penting untuk peningkatan layanan publik serta percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Dengan SDM yang kompeten, diharapkan visi pembangunan Manggarai Barat dapat terwujud secara optimal.
Sumber: AntaraNews