Pemkab Karangasem bakal bangun bilik 'cinta' buat pengungsi Gunung Agung
Setelah status Gunung Agung menjadi awas, ribuan warga mengungsi dari rumahnya. Para pengungsi kebanyakan telah berstatus menikah atau sudah suami istri.
Setelah status Gunung Agung menjadi awas, ribuan warga mengungsi dari rumahnya. Para pengungsi kebanyakan telah berstatus menikah atau sudah suami istri.
Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri, menyadari para pengungsi tentunya memiliki kebutuhan biologis. Karenanya Pemerintah Kabupaten Karangasem siap membangun bilik asmara atau bilik cinta untuk pengungsi Gunung Agung.
"Jika memang bilik cinta atau bilik asmara itu dibutuhkan ya kami siap membuatkan," katanya di Karangasem, Rabu (25/10).
Dia menyatakan, saat ini hal tersebut masih menjadi pembahasan. Semua masalah dibahas, di pengungsian ada yang sakit, baru menikah dan masih banyak persoalan lainnya.
Dia menjelaskan, bahwa saat ini pengungsi juga tinggal di balai banjar yang diisi oleh ratusan orang.
"Apakah bilik cinta itu efektif?" tanyanya.
"Tapi kalau masyarakat memang mau dibuatkan seperti itu dan nyaman, ya kami akan buatkan," katanya.
Dia menegaskan, bila bilik asmara atau bilik cinta sudah dibutuhkan maka akan dibuatkan.
"Sampai saat ini memang belum ada yang meminta. Tapi kami juga memikirkan permasalahan tersebut, karena tidak mungkin hal begitu disampaikan," katanya.
Dikabarkan sebelumnya bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga sudah membahas hal tersebut. Seperti diketahui warga Karangasem mulai mengungsi ada yang sejak 18 September 2017 lalu hingga hari ini. Gunung Agung ditetapkan statusnya menjadi awas sejak 22 September 2017 lalu.
Baca juga:
Erupsi Gunung Agung, Kapal Negara Gajah Laut disiagakan
Peringatan dini Gunung Agung, Polri luncurkan aplikasi 'Help me'
Mensos jamin stok beras di lokasi pengungsian erupsi gunung Agung
Drone gagal pantau kawah Gunung Agung
Ribuan ternak pengungsi Gunung Agung di 43 titik kekurangan pakan
Sungai aliran lahar dingin Gunung Agung mengalami pendangkalan