Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sungai aliran lahar dingin Gunung Agung mengalami pendangkalan

Sungai aliran lahar dingin Gunung Agung mengalami pendangkalan Bupati Karangasem datangi sungai aliran lahar dingin erupsi Gunung Agung. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ada lima sungai yang kemungkinan menjadi aliran lahar dingin jika Gunung Agung meletus. Kelima sungai tersebut adalah Tukad Batu Niti, yang melintasi Dusun Muntig dan Dusun Batudawa, Desa Tulamben. Kemudian sungai Tukad Abu, Tulamben, Pilian dan Dukuh.

Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri menuturkan Sungai Tukad Batu Nitim erupakan yang paling lebar dan dibangun puluhan tahun lalu oleh Pemerintah Karangasem, sebagai daerah utama aliran lahar panas dan banjir lahar dingin.

Sepanjang alur sungai ini memang sudah dibuatkan tanggul dari pasangan batu termasuk senderan dengan lebar sungai sekitar 30 meter. Hanya saja sepanjang aliran sungai ini sudah mengalami pendangkalan, sehingga diperlukan normalisasi dengan cara pengerukan.

"Kemarin kita sudah rapat dengan Forkopinda, salah satunya kita akan melakukan normalisasi sungai-sungai yang menjadi jalur aliran lahar panas ataupun banjir lahar dingin," kata Mas saat meninjau sungai, Selasa (17/10).

Menurutnya masih ada waktu untuk melakukan normalisasi sungai, karena sampai saat ini belum ada yang mengetahui secara pasti kapan akan terjadi erupsi.

"Tidak ada kata terlambat. Jadi ataukah tidak erupsi tersebut tetap akan dilakukan. Normalisasi aliran sungai yang menjadi jalur lahar ini penting, untuk me-minimize dampak jika terjadi erupsi," ucapnya.

Dia mengaku akan berkoordinasi dan mengajukan permohonan normalisasi sungai ke Balai Sungai Bali Penida di Denpasar.

Kadis PUPR I Ketut Sedana Mertha menyebutkan untuk melakukan normalisasi pengerukan, kemungkinan hanya bisa dilakukan untuk sungai besar. Dari kelima sungai yang diperkirakan jadi jalur lahar, hanya sungai yang ada jembatan nasionalnya, yaitu Sungai Tukad Batu Niti karena paling lebar.

Sementara itu, PLN wilayah Karangasem akan mematikan jalur listrik ke-28 desa yang masuk kawasan rawan bencana, jika Gunung Agung meletus.

"Pastinya untuk wilayah sampai KRB III total padam tanpa listrik. Itu bila terjadi erupsi dan dimungkinkan kerusakan ini akan berimbas pada wilayah lain yang masih satu jaringan," ungkap GM PLN Bali Nyoman Joni Astawa.

Untuk Kawasan Rawan Bencana I, menurutnya hanya ada beberapa desa saja yang terkena dampak pemadaman listrik bila Gunung Agung erupsi.

"Harapan kita tidak ada hal terburuk terjadi. Namun jika terjadi erupsi, begitu tanda alarm berbunyi langsung kita lakukan pemutusan aliran listrik. Pemutusan itu kita lakukan khusus di daerah rawan bencana," tegas Joni.

Dijelaskannya, bahwa hanya gardu induk yang ditempatkan di Desa Cicang yang menyuplai listrik ke-28 desa rawan bencana Gunung Agung.

"Jika erupsi, lahar dan awan panas sudah pasti menghancurkan peralatan kita. Bahkan gardu induk di Desa Cicang diprediksi bakal terkena hantaman banjir lahar dingin. Semoga semua itu tidak terjadi," kata Joni.

Untuk penerangan sejumlah desa di KRB 1 yang tidak terkena erupsi Gunung Agung namun secara otomatis tidak mendapatkan aliran listrik, PLN mencadangkan 10 jenset dengan kapasitas masing-masing 2,5 Kw hingga 160 Kw.

"Pascagunung Agung status awas, kita dari PLN sudah mendistribusikan 13 jenset. Namun kita cadangkan 10 jenset lagi bila terjadi erupsi. Sejauh ini, dari BNPB juga telah mensuplai 100 jenset yang kapasitasnya 2,5 Kw," bebernya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP