LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemkab Gunung Kidul Temukan Hewan Ternak Positif PMK Dijual di Pasar

Wibawanti mengungkapkan saat ditemukan petugas, enam ekor sapi tersebut memiliki gejala-gejala PMK, seperti mengeluarkan air liur yang banyak, air liur yang menggantung hingga sapi mengalami luka menyerupai sariawan pada bagian mulutnya dan suhu badan enam ekor sapi panas.

2022-05-30 00:30:00
Penyakit Mulut dan Kuku
Advertisement

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menemukan enam ekor hewan ternak yang positif penyakit mulut dan kuku di Pasar Hewan Siyono yang akan dijual pedagang.

"Kami masih melakukan pengembangan temuan enam hewan ternak yang positif penyakit mulut dan kuku (PMK). Berdasarkan pengakuan pedagang saat menjual sapi di Pasar Hewan Siyono, sapi yang positif PMK dibawa dari rumah bukan dibeli dari daerah lain," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunung Kidul, Wibawanti Wulandari di Gunung Kidul, Minggu (29/5).

Dia mengungkapkan saat ditemukan petugas, enam ekor sapi tersebut memiliki gejala-gejala PMK, seperti mengeluarkan air liur yang banyak, air liur yang menggantung hingga sapi mengalami luka menyerupai sariawan pada bagian mulutnya dan suhu badan enam ekor sapi panas.

Advertisement

"Jadi itu gejala klinis dari pengamatan mata, jadi istilahnya dugaan atau suspek," ujarnya.

Untuk itu, Wibawanti menerangkan, pihaknya telah mengirim sampel ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates. Untuk sementara ini, enam ekor sapi tersebut dilakukan isolasi dan perawatan.

"Saat ini, sapi tersebut telah diobati. Jadi intinya bagaimana kita kalau bisa tetap tindakan pengobatan dulu," jelasnya seperti dilansir dari Antara.

Advertisement

Selain itu, DPKH akan mengintensifkan pengawasan lalu lintas ternak yang keluar dan masuk ke Gunung Kidul. Hal ini mengantisipasi semakin meluasnya PMK. "Kami tidak ingin kasus PMK meluas. Kami mengimbau kepada peternak dan pedagang untuk mendukung pengendalian penyebaran PMK," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Gunung Kidul Kelik Yuniantoro mengatakan pihaknya menutup Pasar Hewan Siyono selama 14 hari sejak Jumat (27/5) untuk mengantisipasi penyebaran PMK dan mengendalikan lalu lintas ternak di Gunung Kidul.

"Untuk mengantisipasi meluasnya PMK di Gunung Kidul, kami menutup sementara Pasar Hewan Siyono," tutupnya.

Baca juga:
Cegah Penyebaran PMK, Lalu Lintas Ternak di Perbatasan Bengkulu Diawasi Ketat
Hindari PMK, Ratusan Sapi Bali Dikirim ke Jakarta Lewat Jalur Laut
Sapi Asal Jawa Dilarang Masuk Madura, Badan Karantina Pertanian Ungkap Alasannya
Penyakit Mulut dan Kuku Mewabah, Pasar Hewan di Aceh Besar Ditutup
Wabah Penyakit Kuku dan Mulut Tak Pengaruhi Penjualan Susu Sapi Perah
Kasus PMK Melonjak, 7 Pasar Hewan di Klaten Tutup Sementara

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.