LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemkab Bogor Anggarkan Dana Rp10 Miliar untuk Pembuatan 40 Sumur Bor

Pemerintah Kabupaten Bogor mulai memikirkan solusi untuk mencegah kekeringan berkepanjangan. Salah satunya dengan pembuatan sumur bor di wilayah yang selalu jadi langganan kekeringan kala musim kemarau.

2019-10-05 04:04:00
Kekeringan
Advertisement

Pemerintah Kabupaten Bogor mulai memikirkan solusi untuk mencegah kekeringan berkepanjangan. Salah satunya dengan pembuatan sumur bor di wilayah yang selalu jadi langganan kekeringan kala musim kemarau.

Sumur bor memang bukan dibuat dengan pendanaan dari APBD Kabupaten Bogor, melainkan bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk 40 titik di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Soebiantoro menuturkan bantuan sumur merupakan usulan dari Pemkab Bogor. Sayangnya, sumur bor belum bisa diaplikasikan langsung.

Advertisement

"Belum ada anggarannya. Kita baru anggarkan di tahun 2020. Tahun ini kita usulkan supaya masuk APBD 2020," kata Soebiantoro, Jumat (4/10).

Dia menjelaskan, untuk pemasangan sumur bor di 40 titik dianggarkan tidak kurang dari Rp10 miliar dengan rincian Rp250 juta untuk setiap titik sumur bor.

Cukup mahal, kata dia, karena satu sumur bor memiliki kedalaman hingga 132 meter dan bisa menyediakan air bersih hingga 1.500 meter kubik, yang nantinya bisa memenuhi kebutuhan air 2.880 masyarakat di sana.

Advertisement

Terpisah, Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Bogor, Hadi Saputra menjelaskan sumur bor merupakan salah satu solusi bagi warga di wilayah Bogor Timur. Menurutnya, wilayah itu merupakan dikategorikan sebagai zona musim.

Kekeringan yang melanda sejak 6 bulan lalu ini juga merupakan sebuah hal yang wajar. Sebab jauh dari pegunungan yang menyebabkan awan hujan yang ada di sekitar Gunung Halimun Salak, tidak sampai kesana.

"Berbeda dengan wilayah Bogor Barat yang setiap bulannya pasti mendapatkan hujan karena dekat dengan Gunung Salak," jelasnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga memprediksi bahwa kekeringan akan terus melanda wilayah Bogor Timur sampai bulan November.

Beberapa sungai sudah mengalami kekeringan akibat dari kemarau ekstrem di wilayah Bogor Timur. Salah satunya adalah Sungai Cipamingkis. Selain itu juga 5.000an meter sawah mengalami gagal panen atau puso, dengan kerugian yang ditaksir mencapai Rp1,8 miliar.

Baca juga:
Berharap Hujan, Ribuan Warga Tasikmalaya Salat Istisqa
Kekeringan, 8.173 Hektar Lahan Padi di Banten Gagal Panen
Ratusan Hektare Sawah di Kabupaten Bogor Terancam Puso
Sudah Tiga Bulan, 19 Kecamatan di Lebak Alami Krisis Air Bersih
Kemarau Panjang, Warga Darul Imarah Aceh Mengalami Krisis Air

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.