Pemerintah tetap upayakan pembebasan 4 ABK dari tangan Abu Sayyaf
Seluruh sandera kini dalam perjalanan menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat yang disewa dari maskapai lokal.
10 Warga Negara Indonesia yang diculik dan disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan. Seluruh sandera kini dalam perjalanan menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat yang disewa dari maskapai lokal.
Presiden Joko Widodo berjanji akan membebaskan empat WNI lainnya yang masih di tangan kelompok militan di selatan Filipina.
"Kami masih usahakan pembebasan 4 ABK yang lainnya," ungkap Widodo.
Selain upaya pembebasan keempat ABK tersebut, pengamanan di wilayah perbatasan menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar pertemuan antar menlu dan panglima militer antara Indonesia, Malaysia dan Filipina.
"Upaya pembebasan sandera yang lain perlu mendapatkan perhatian pengamanan di perbatasan dan sekitarnya. Akan diadakan pertemuan pada 5 Mei ini, antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina, yang akan bertemu Menteri Luar Negeri, Panglima TNI, Menteri Luar Negeri dan Panglima Malaysia, Filipina dan Indonesia," papar Jokowi.
Seperti diketahui, 10 sandera merupakan kru kapal tunda Brahma 12 dan Anand 12. Kapal dibajak ketika tengah melakukan perjalanan dari Sungai Puting, Kalimantan Selatan menuju ke Batangas, Filipina selatan.
Baca juga:
Jokowi: 10 WNI yang dibebaskan tengah malam sampai di Jakarta
Ini kondisi 10 WNI yang bebas, sedang makan di rumah gubernur Sulu
10 WNI bebas, keluarga Kapten Ariyanto tuding pemerintah tidak adil
10 WNI dibebaskan Abu Sayyaf, Menlu lapor Jokowi di Istana Bogor
10 WNI sandera Abu Sayyaf diantar pulang ke rumah gubernur Sulu