Pemerintah Telusuri Perjalanan WN Selandia Baru Positif Corona Usai Transit di Bali
Perempuan berusia sekitar 60 tahun itu terbang dari Iran dengan tujuan Auckland. Dia sempat transit di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Kementerian Kesehatan langsung menelusuri riwayat perjalanan Warga Negara (WN) Selandia Baru yang dikabarkan positif virus corona (Covid-19) ke Imigrasi Denpasar, Bali. Pasalnya, WN Selandia Baru tersebut sempat transit di Bali sebelum dinyatakan positif terjangkit virus asal Wuhan, China itu.
"Masih nunggu tracking Imigrasi," ucap Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (29/2/2020).
Sebagai informasi, Selandia Baru mengkonfirmasi kasus virus corona pertama di negaranya, Jumat 28 Februari 2020. Perempuan berusia sekitar 60 tahun itu terbang dari Iran dengan tujuan Auckland. Dia sempat transit di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Setibanya di Auckland pada Rabu 26 Februari 2020, perempuan itu merasa tak enak badan. Dia pun dirujuk ke rumah sakit dan dinyatakan positif virus corona.
Sebelumnya, BBC Persian melaporkan, sedikitnya 245 orang telah terinfeksi di Iran, dengan jumlah 26 kematian, pejabat Departemen Kesehatan melaporkan pada Kamis, 27 Februari 2020.
Sebagian besar dari mereka yang terinfeksi berada di atau pernah memiliki riwayat perjalanan dari Qom, destinasi peziarah Syiah.
Tetapi para ahli kesehatan memperkirakan jumlah infeksi jauh lebih tinggi, mungkin lebih dari seribu, karena tingkat kematian negara sekitar 20 persen tampaknya sangat tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tingkat kematian sekitar 2 persen.
Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
IDI: Indonesia Masih Negatif Corona, Tapi Ancaman Tetap Ada
Punya Fasilitas Memadai, Pulau Sebaru Layak jadi Lokasi Observasi Pasien Virus Corona
Industri Makanan dan Minuman Tak Terdampak Virus Corona
Anies Keluarkan Instruksi Gubernur untuk Waspadai Virus Corona
Antisipasi Dampak Coronavirus, Pemprov Jateng Lakukan 3 Hal Ini
Bak Hotel, Ini Fasilitas Karantina Pasien Corona di Singapura