Pemerintah Siapkan Strategi Khusus Urai Kepadatan Lebaran 2026
Pemerintah terapkan kebijakan FWA dan libur sekolah awal untuk urai 155 juta pemudik Lebaran 2026.
Pemerintah secara resmi menyiapkan serangkaian strategi komprehensif guna menghadapi arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan akan melibatkan hingga 155 juta orang.
Fokus utama kebijakan tahun ini terletak pada pendistribusian waktu perjalanan masyarakat agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada puncak arus mudik.
Menko PMK Pratikno mengungkapkan bahwa berdasarkan data Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan awal berada di angka 143,9 juta orang.
Namun, merujuk pada tren tahun-tahun sebelumnya, angka aktual mobilitas masyarakat diprediksi naik sekitar 10 persen.
"Perkiraan surveinya itu adalah 143.915.053. Tetapi dari tahun ke tahun dalam praktiknya lebih tinggi dari survei, sekitar 10-an persen lebih tinggi, artinya bisa menjadi sekitar 155 juta manusia bergerak," ujar Pratikno dalam konferensi pers di Kantor Sekretariat Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Pengaturan Kerja Fleksibel dan Antisipasi Cuaca
Untuk memecah kepadatan, pemerintah menerapkan kebijakan flexible working arrangement (FWA) atau pengaturan kerja fleksibel pada tanggal 16–17 Maret dan 25–27 Maret 2026.
Selain itu, jadwal libur sekolah akan dimulai lebih awal sejak 16 Maret untuk mendorong masyarakat memulai perjalanan lebih dini.
"Salah satu yang kami upayakan agar arus mudik ini lebih lancar, lebih aman, lebih nyaman adalah pendistribusian pergerakan pemudik. Dengan rangkaian kebijakan ini kita harapkan pemudik tidak menumpuk di satu waktu tertentu," tambah Pratikno.
Selain manajemen lalu lintas, pemerintah turut menaruh perhatian pada potensi bencana hidrometeorologi. BMKG memprediksi adanya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah akibat bibit siklon.
Sebagai langkah mitigasi, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan pengerahan 191 unit teknis BMKG telah disiagakan untuk mendukung Operasi Ketupat Polri yang berlangsung pada 13–26 Maret 2026.
Jaminan Kesehatan dan Keamanan Pemudik
Di sektor kesehatan, pemerintah menyiagakan lebih dari 2.700 posko medis di sepanjang jalur utama. Pemeriksaan ketat juga dilakukan terhadap para pengemudi angkutan umum untuk memastikan keselamatan penumpang selama di perjalanan.
"Saat ini sudah dilakukan cek kesehatan terhadap 338 pengemudi bus di sejumlah pool perusahaan dan terminal di Jawa Tengah dan Jawa Barat, dan akan diperluas ke daerah-daerah lain. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, tes alkohol, serta narkotika dan zat adiktif lainnya," jelas Menko PMK.
Pratikno juga mengimbau pemudik untuk mewaspadai penularan penyakit seperti campak dengan memastikan kelengkapan imunisasi bagi anak-anak. Guna menunjang kenyamanan, pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur pendukung mulai dari pasokan BBM, stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU), hingga ribuan masjid ramah pemudik di area peristirahatan.