Pemberdayaan Masyarakat Kutim: Pemkab dan PT Ithaca Resources Perkuat Sinergi
Pemkab Kutim dan PT Ithaca Resources bersinergi memperkuat pemberdayaan masyarakat Kutim di wilayah operasional, fokus pada peningkatan kualitas SDM, kesejahteraan, dan kesehatan, dengan konsep kemitraan yang terarah.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dan PT Ithaca Resources berkolaborasi untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan, dan derajat kesehatan warga setempat. Kolaborasi strategis ini mencakup area Busang, jalur hauling, fasilitas pengolahan, hingga Desa Sekerat dan sekitarnya.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa kemitraan ini berpedoman pada konsep yang disiapkan oleh Bappeda untuk menyelaraskan program perusahaan. Konsep tersebut memastikan program sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Sosialisasi hasil pemetaan sosial dan konsultasi publik Rencana Induk Pemberdayaan Masyarakat (RIPM) telah dilakukan pada Rabu (24/6).
Program pemberdayaan ini didasarkan pada pemetaan sosial dan pemetaan pemangku kepentingan yang mencakup 38 desa di sembilan kecamatan di Kutai Timur. PT Ithaca Resources, yang menargetkan operasi pada 2027, telah menyiapkan program jangka panjang untuk kontribusi pembangunan. Fokus utama adalah pada kebutuhan yang teridentifikasi secara langsung di lapangan.
Sinergi Pemkab dan Perusahaan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur secara aktif mendorong seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayahnya untuk menjalankan aktivitas usaha secara bertanggung jawab. Hal ini mencakup komitmen terhadap kelestarian lingkungan serta pembangunan sinergi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) bersama pemerintah daerah. Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan pentingnya kontribusi perusahaan dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, perusahaan diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata. Mereka juga harus mendukung upaya penurunan emisi karbon dan peningkatan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan. Kemitraan yang kuat antara Pemkab Kutim dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan pembangunan yang holistik.
Bappeda Kutim telah menyusun konsep kemitraan yang menjadi panduan bagi perusahaan untuk menyelaraskan program mereka dengan kebutuhan spesifik masyarakat. Konsep ini memastikan bahwa setiap inisiatif pemberdayaan benar-benar relevan dan memberikan dampak positif yang maksimal. Pendekatan terstruktur ini diharapkan mampu menciptakan program yang efektif dan berkelanjutan.
Fokus Program Pemberdayaan Berbasis Kebutuhan Lokal
PT Ithaca Resources, melalui Head of Corporate Sustainability & ESG Dian Oktavia, mengungkapkan bahwa perusahaan telah menyelesaikan pemetaan sosial dan pemetaan pemangku kepentingan. Pemetaan ini mencakup 38 desa pada sembilan kecamatan di Kutim. Hasilnya menjadi dasar utama dalam merancang program pemberdayaan yang tepat sasaran.
Meskipun masih dalam tahap konstruksi, dengan target operasi pada 2027, PT Ithaca Resources telah menyiapkan rencana jangka panjang. Program pemberdayaan yang disiapkan berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kesejahteraan, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Ini mencakup upaya menekan angka stunting serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di komunitas lokal.
Untuk memastikan sinkronisasi program, sosialisasi hasil pemetaan sosial dan konsultasi publik mengenai Rencana Induk Pemberdayaan Masyarakat (RIPM) telah dilaksanakan. Kegiatan ini melibatkan perwakilan kecamatan, desa, dan masyarakat setempat. Partisipasi aktif dari berbagai pihak diharapkan dapat menghasilkan program yang komprehensif dan didukung oleh seluruh pemangku kepentingan.
Peran Aktif Kepala Desa dalam Kemitraan Perusahaan
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengajak para kepala desa untuk secara aktif menjalin komunikasi dan kemitraan dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah masing-masing. Kemitraan yang baik antara pemerintah desa dan perusahaan diyakini akan membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Terutama bagi mereka yang terdampak langsung oleh aktivitas operasional perusahaan.
Kerjasama yang erat antara desa dan perusahaan dapat memfasilitasi implementasi program TJSL/CSR yang lebih efektif dan efisien. Kepala desa memiliki peran krusial sebagai jembatan antara kebutuhan masyarakat dan sumber daya yang ditawarkan oleh perusahaan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan aspirasi warga.
Dengan adanya komunikasi yang terbuka dan kemitraan yang solid, potensi konflik dapat diminimalisir. Sementara itu, peluang untuk pengembangan masyarakat dapat dimaksimalkan secara optimal. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kutim untuk menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews