LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pembangunan 3.135 Koperasi Desa Merah Putih Rampung 100%, Siap Beroperasi

Pembangunan 3.135 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau yang dikenal dengan Kopdes Merah Putih telah selesai sepenuhnya.

Senin, 30 Mar 2026 13:02:23
koperasi
Koperasi Merah Putih Jenetallata (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Menteri Koperasi Ferry Juliantono, menginformasikan bahwa pembangunan fisik sebanyak 3.135 unit koperasi desa/kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah selesai sepenuhnya.

"Yang selesai dibangun 100 persen, 3.135 (unit). Itu persiapan operasional," ujar Menkop dalam acara halal bihalal yang berlangsung di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, pada hari Senin, 30 Maret 2026. Meskipun demikian, informasi mengenai lokasi sebaran dari Kopdes Merah Putih yang sudah selesai dan waktu pasti untuk operasionalnya masih belum tersedia.

Walau begitu, Menkop menegaskan bahwa 3.135 unit KDKMP yang telah rampung tersebut akan mendapatkan dua kendaraan niaga berupa mobil pikap.

"Sudah, bisa langsung dicek," tegasnya. Selain itu, Kementerian Koperasi juga menargetkan penyelesaian sekitar 34.000 Kopdes Merah Putih lainnya dalam waktu dekat.

Advertisement

"Yang 34.000 yang sedang dibangun yang 1-2 bulan ke depan ini Insya Allah selesai, itu persiapan operasionalnya juga. Juga persiapan kepada hampir 34 ribuan bangunan fisik gudang, gerai dan alat kelengkapan yang sekarang sedang dibangun," ungkapnya.

Menurutnya, tahap operasional ini merupakan fase yang harus dioptimalkan dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, implementasi dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan Presiden Prabowo Subianto. "Banyak juga yang menyampaikan kepada kami pada saat diantara teman-teman kolega dan di lingkungan Kementerian Koperasi yang pulang kampung ke daerah, mereka mendapatkan laporan di daerah mereka ada yang sudah bangunan fisiknya selesai 100 persen," tuturnya.

Advertisement

Menkop Tidak Ingin Koperasi Hanya Fokus pada Kegiatan Simpan-Pinjam

Koperasi Merah Putih Jenetallata © 2026 Liputan6.com

Baru-baru ini, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak koperasi untuk mengambil langkah strategis yang lebih berani. Ia menegaskan bahwa koperasi tidak seharusnya bertahan dengan model bisnis tradisional, seperti simpan pinjam. Menurutnya, sudah saatnya koperasi memperluas jangkauan bisnis mereka ke sektor yang lebih beragam. Ia mendorong koperasi untuk menjajaki peluang di sektor energi, pangan, dan infrastruktur, yang tidak hanya menjadi ladang bisnis yang menjanjikan tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

"Koperasi jangan hanya puas di sektor simpan pinjam atau jasa penunjang kecil-kecilan. Saya mengajak Kopelindo untuk berani ekspansi ke sektor strategis. Kita ingin melihat koperasi terlibat dalam pengelolaan logistik nasional yang lebih luas, energi terbarukan, bahkan ketahanan pangan," ujar Ferry dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo), mengutip keterangan resmi, Minggu (29/3/2026).

Ferry menjelaskan bahwa Kopelindo memiliki potensi besar untuk meningkatkan skala bisnis dalam rantai pasok global. Untuk mendukung hal ini, pemerintah berkomitmen memberikan regulasi yang memudahkan koperasi dalam menghadapi hambatan birokrasi, terutama bagi mereka yang ingin memasuki sektor yang membutuhkan modal besar.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya modernisasi dalam tata kelola koperasi. Ia mengapresiasi Kopelindo yang selalu melaksanakan RAT tepat waktu sebagai wujud transparansi kepada para anggotanya. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan di masa depan memerlukan adaptasi yang cepat terhadap teknologi digital.

"Ekspansi ke sektor strategis mustahil dilakukan tanpa penguatan teknologi informasi. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kewajiban agar koperasi bisa bersaing dengan korporasi swasta maupun BUMN," imbuhnya.

Perkuat pengelolaan yang ada

Menurutnya, Rapat Anggota Tahunan merupakan momen yang sangat penting untuk melakukan evaluasi serta menentukan arah strategis bagi koperasi. Koperasi Pegawai Pelabuhan Indonesia telah mencatatkan aset sekitar Rp 800 miliar dan Sisa Hasil Usaha (SHU) sekitar Rp 20 miliar, dengan kinerja yang terus meningkat dan jumlah anggota yang bertambah.

"Di masa depan, koperasi harus memperkuat aspek tata kelola, manajemen risiko, dan melakukan transformasi digital. Selain itu, penting untuk mendorong partisipasi anggota serta kolaborasi yang lebih baik," kata Menkop.

Advertisement

"Apabila koperasi sudah terlibat dalam sektor-sektor strategis, kita benar-benar sedang membangun demokrasi ekonomi yang sejati," tambah Ferry.

Berita Terbaru
  • Pernyataan Menkomdigi Soal Penyebaran Fitnah ke Kepala Negara
  • Live Streaming Liga Inggris Pekan Ke-35: Manchester United vs Liverpool, Eksklusif di Vidio
  • Hari Buruh 2026: Anggota DPR Nurul Arifin Dorong Pekerja Indonesia Siap Hadapi Era AI dan Digitalisasi
  • Mojtaba Khamenei Tegaskan Iran Akan Pertahankan Teknologi Nuklir
  • Dasco Minta Serikat Buruh Kirim Masukan untuk UU Ketenagakerjaan
  • berita update
  • konten ai
  • koperasi
  • koperasi desa merah putih
  • menkop ferry juliantono
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
M
Reporter Maulandy Rizky Bayu Kencana, Septian Deny
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.